0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second

Perak (XAG/USD) kembali menguat dan memulihkan sebagian kerugian dari sesi sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $33,70 per troy ounce pada perdagangan sesi Asia Kamis (27/3). Penguatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven setelah pengumuman kebijakan tarif otomotif Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran baru di pasar global.

Sentimen risk-off menguat setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah yang menetapkan tarif sebesar 25% pada impor otomotif, yang akan berlaku mulai 2 April dengan penagihan dimulai sehari setelahnya. Kebijakan ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi tindakan balasan dari negara mitra dagang, sementara impor suku cadang kendaraan diberikan penangguhan selama satu bulan untuk sementara waktu.

Dalam kondisi tersebut, perak sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) mendapatkan dukungan tambahan dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil Treasury tenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing berada di sekitar 4,0% dan 4,34%, yang turut memengaruhi daya tarik logam mulia di pasar global. Untuk pembaruan analisis pasar dan informasi perusahaan dapat diakses melalui PT Equityworld Futures Praxis Surabaya https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis serta update media sosial di https://linktr.ee/ewfprx.

Selain itu, pelemahan dolar AS turut menjadi faktor pendukung bagi perak. Dolar yang lebih lemah membuat harga komoditas berbasis greenback menjadi lebih terjangkau bagi pembeli internasional, sehingga meningkatkan permintaan terhadap logam putih tersebut di pasar global.

Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve kembali menegaskan proyeksi dua kali penurunan suku bunga tahun ini, meski tetap mempertahankan sikap hati-hati. Pejabat The Fed, termasuk Neel Kashkari, menyoroti bahwa inflasi masih menjadi tantangan utama meskipun pasar tenaga kerja tetap kuat. Kashkari juga menekankan bahwa ketidakpastian kebijakan saat ini membuat arah kebijakan moneter menjadi lebih kompleks, sementara Ketua Fed Jerome Powell sebelumnya menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk klaim pengangguran mingguan, laporan akhir PDB kuartal IV, serta data inflasi PCE yang akan dirilis akhir pekan ini. Rangkaian data tersebut akan menjadi petunjuk penting arah kebijakan The Fed ke depan. Informasi tambahan dan berita ekonomi lainnya dapat diikuti melalui https://www.newsmaker.id serta pembaruan cepat melalui Instagram https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *