0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Harga minyak dunia kembali menguat pada Jumat (27/3) setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran mengizinkan 10 tanker melintas di Selat Hormuz pekan ini sebagai “hadiah” bagi Amerika Serikat. Pernyataan tersebut memicu harapan adanya pelonggaran terbatas pada jalur pelayaran yang sangat krusial bagi pasokan energi global, meskipun ketidakpastian geopolitik masih tinggi.

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Mei tercatat naik sekitar 1,7% ke level US$109,79 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 1,8% ke US$96,18 per barel. Pergerakan ini membalikkan pelemahan sebelumnya, di tengah sentimen pasar yang masih sangat sensitif terhadap setiap perkembangan di kawasan Timur Tengah.

Trump menyebut langkah Iran tersebut sebagai bentuk itikad baik dalam proses diplomatik yang menurutnya masih berlangsung. Ia juga mengaitkan pernyataan sebelumnya yang menyebut “present” tanpa penjelasan rinci, yang kini dipahami pasar sebagai sinyal terkait pelonggaran terbatas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Meski ada indikasi arus kapal tertentu mulai kembali berjalan, pelaku pasar tetap menilai kondisi minyak global masih rentan terhadap gangguan lanjutan. Untuk informasi pasar dan profil perusahaan dapat diakses melalui PT Equityworld Futures Praxis Surabaya https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis serta pembaruan media sosial melalui https://linktr.ee/ewfprx.

Menurut analisis Rystad Energy, pasar minyak sebelumnya masih mampu menyerap gangguan di Selat Hormuz selama hampir empat pekan berkat adanya penyangga seperti surplus pra-konflik, stok minyak di kapal (crude-on-water), serta kebijakan pelepasan pasokan. Namun, kondisi tersebut kini dinilai mulai melemah seiring berkurangnya cadangan penyangga dan meningkatnya tekanan terhadap pasokan global.

Rystad memperkirakan bahwa gangguan di kawasan Hormuz telah menghambat sekitar 17,8 juta barel per hari aliran minyak dan produk energi, dengan total kehilangan pasokan yang mendekati 500 juta barel sejauh ini. Dalam kondisi seperti ini, setiap gangguan tambahan diperkirakan akan lebih cepat tercermin ke dalam harga pasar energi global. Pelaku pasar juga dapat mengikuti update melalui Instagram https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official serta mencoba simulasi trading di https://demo.ew-futures.com/login.

Secara keseluruhan, pasar minyak tetap berada dalam kondisi sensitif, di mana kombinasi antara sinyal diplomasi dan risiko geopolitik membuat volatilitas harga masih tinggi dan sangat bergantung pada perkembangan situasi di Timur Tengah. Untuk berita dan analisis ekonomi lainnya dapat diakses melalui https://www.newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *