Harga emas bergerak relatif stabil setelah mengalami tekanan dalam dua sesi perdagangan terakhir. Pasar saat ini masih fokus memantau perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, terutama terkait penutupan Selat Hormuz yang dinilai meningkatkan risiko inflasi global akibat terganggunya distribusi energi dunia. Pada perdagangan awal, bullion bertahan di kisaran US$4.590 per ounce.
Sebelumnya, harga emas telah turun sekitar 2,4% dalam dua hari dan menyentuh level terendah hampir empat pekan. Donald Trump menyebut Iran meminta pencabutan blokade laut di Selat Hormuz sebagai bagian dari negosiasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama dua bulan dan memengaruhi pasokan energi global.
Ikuti update terbaru seputar market global, harga emas, forex, minyak, dan berbagai informasi trading lainnya melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta kanal media sosial resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis.
Laporan media internasional menyebut mediator di Pakistan memperkirakan Iran akan mengajukan proposal revisi dalam beberapa hari ke depan. Pasar menilai setiap perkembangan terkait pembukaan kembali jalur energi di Selat Hormuz menjadi faktor penting karena berpotensi memengaruhi harga minyak dunia sekaligus arah inflasi global dalam jangka pendek.
Selain isu geopolitik, investor juga menantikan serangkaian keputusan suku bunga dari bank sentral utama dunia seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan Kanada. Di Jepang, Bank of Japan memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 0,75%, meskipun hasil voting menunjukkan perbedaan pandangan yang membuka peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Pelaku pasar juga memantau langkah Federal Reserve yang diperkirakan akan menahan suku bunga pada pertemuan pekan ini. Dalam situasi inflasi energi yang tinggi, pasar mulai mengantisipasi kemungkinan kebijakan “higher for longer” atau suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Kondisi tersebut umumnya menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga lainnya.
Bagi Anda yang ingin memahami peluang trading emas, forex, minyak, dan komoditas global lainnya, Anda dapat mencoba simulasi transaksi secara langsung melalui Demo Account Equityworld Futures. Informasi lengkap mengenai layanan dan profil perusahaan tersedia di PT Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Secara teknikal, analis Saxo Bank, Ole Hansen, menilai tekanan jual mulai meningkat setelah emas menembus area support di sekitar US$4.650 per ounce. Menurutnya, fokus pasar jangka pendek tetap tertuju pada perkembangan mediasi AS–Iran, di mana pembukaan kembali Selat Hormuz dan penurunan harga minyak dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan logam mulia ke depan. Untuk membaca berita ekonomi dan market terbaru lainnya, kunjungi Newsmaker.id.
