Harga minyak dunia kembali melonjak dan mencapai level tertinggi sejak sebelum gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran diumumkan. Kenaikan ini terjadi ketika pasar menunggu respons Washington terhadap proposal terbaru Teheran terkait upaya mengakhiri konflik dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini menjadi pusat gangguan pasokan energi global.
Minyak Brent Juni ditutup menguat sekitar 2,8% ke level US$111,26 per barel, sementara minyak mentah WTI Juni melonjak 3,7% menjadi US$99,93 per barel. Penguatan tersebut mencerminkan meningkatnya premi risiko geopolitik karena distribusi energi dari kawasan Teluk Persia masih terganggu dan arus pelayaran belum sepenuhnya normal.
Pemicu utama kenaikan harga minyak datang setelah Donald Trump menyampaikan bahwa Iran meminta Amerika Serikat mencabut blokade angkatan laut dan membuka kembali Selat Hormuz secepat mungkin. Namun, proposal yang beredar saat ini masih bersifat sementara, di mana Iran disebut bersedia membuka jalur pelayaran dengan imbalan penghentian blokade AS sambil menunda pembahasan mengenai program nuklirnya.
Ikuti update terbaru seputar harga minyak, emas, forex, dan berbagai informasi trading global lainnya melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta berbagai kanal media sosial resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis.
Di sisi lain, pasar masih menilai negosiasi tersebut memiliki tantangan besar karena Iran disebut tetap ingin mempertahankan sebagian kontrol atas lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, sesuatu yang kemungkinan sulit diterima Washington. Amerika Serikat juga terus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran melalui sanksi baru terhadap jaringan keuangan bayangan Iran serta peringatan kepada institusi perbankan yang memiliki keterkaitan dengan impor minyak Iran.
Kabar keluarnya Uni Emirat Arab dari OPEC dan OPEC+ efektif mulai 1 Mei sempat mengurangi penguatan harga minyak dalam perdagangan intraday. Namun, dampaknya relatif terbatas karena fokus utama pasar masih tertuju pada ketatnya pasokan fisik akibat Selat Hormuz yang nyaris tertutup. Sejumlah bank global bahkan mulai menaikkan proyeksi harga minyak seiring terus menurunnya stok energi global.
Bagi Anda yang ingin memahami peluang trading minyak, emas, forex, maupun indeks global lainnya, Anda dapat mencoba simulasi transaksi secara langsung melalui Demo Account Equityworld Futures. Informasi lengkap mengenai layanan dan profil perusahaan tersedia di PT Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Blokade yang dilakukan AS juga dilaporkan membuat sejumlah tanker minyak Iran terpaksa berputar balik, meningkatkan risiko keterbatasan kapasitas penyimpanan minyak di negara tersebut. Jika kondisi ini terus berlangsung, Iran berpotensi harus memangkas produksi lebih lanjut. Dampaknya mulai terasa pada konsumen global, termasuk di Amerika Serikat, di mana harga rata-rata bensin dilaporkan naik hingga US$4,18 per galon. Untuk membaca berita ekonomi dan market terbaru lainnya, kunjungi Newsmaker.id
