0 0
Read Time:2 Minute, 4 Second

Harga minyak dunia bergerak dalam sesi yang sangat bergejolak pada Rabu (1/3), ketika pelaku pasar mencoba membaca arah kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kemungkinan berakhirnya perang dengan Iran. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 1,2% dan ditutup sedikit di atas US$100 per barel setelah sebelumnya sempat anjlok hampir 4,8% dalam perdagangan intraday.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan resmi, Anda dapat mengunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya

Tekanan pasar mulai muncul setelah pernyataan Donald Trump di Truth Social yang menyebut bahwa Iran telah meminta gencatan senjata. Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi bahwa arus minyak global melalui Selat Hormuz dapat kembali normal, meskipun jalur strategis itu sebelumnya dilaporkan terganggu sejak konflik pecah. Iran sendiri membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa masa depan Selat Hormuz akan ditentukan oleh Iran dan Oman.
Untuk update analisis dan informasi pasar terkini, Anda dapat mengikuti kanal resmi kami di Linktree EWF Praxis

Selat Hormuz menjadi fokus utama pasar karena merupakan jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan di wilayah ini telah memicu lonjakan harga energi global, bahkan International Energy Agency (IEA) menyebutnya sebagai salah satu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah. Kondisi ini membuat volatilitas pasar energi tetap tinggi, dengan sebagian pedagang mulai melakukan lindung nilai terhadap kemungkinan perubahan suplai di masa depan.
Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading tanpa risiko, Anda dapat mengakses akun demo resmi di Demo Trading Account

Di sisi geopolitik, ketidakpastian masih tinggi karena pernyataan Trump terus berubah antara sinyal deeskalasi dan ancaman eskalasi militer lanjutan. Seorang pejabat Gedung Putih bahkan menyebut kemungkinan operasi militer dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga minggu, namun tanpa kepastian jelas mengenai strategi akhir konflik. Situasi ini membuat pelaku pasar tetap berhati-hati dalam mengambil posisi.
Untuk membaca berita dan analisis ekonomi lainnya, Anda dapat mengunjungi portal berita kami di News & Market Update

Dari sisi fundamental, data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat sekitar 5,5 juta barel, mencapai level tertinggi sejak Juni 2023. Di saat yang sama, beberapa jenis minyak dari kawasan Atlantik mencatat kenaikan harga akibat kekhawatiran terganggunya pasokan dari Timur Tengah, menciptakan ketidakseimbangan di pasar global.
Jangan lupa untuk selalu mengikuti update terbaru melalui Instagram resmi kami di Instagram Equityworld Praxis

Secara keseluruhan, pergerakan harga minyak masih sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor geopolitik, kebijakan militer, dan fundamental pasokan global. Dengan ketegangan yang belum sepenuhnya mereda dan potensi eskalasi yang masih terbuka, pasar energi diperkirakan akan tetap berada dalam kondisi volatil dalam waktu dekat.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *