0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Harga perak kembali mengalami tekanan besar pada perdagangan Kamis (2/4), dengan penurunan hampir 5% hingga diperdagangkan di sekitar US$71 per ons. Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap Iran dalam beberapa minggu mendatang.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan resmi, Anda dapat mengunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya

Pernyataan Trump yang menyebut pasukan AS โ€œhampir mencapaiโ€ target militer di Iran memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi perang berkepanjangan. Meski demikian, ia tidak memberikan kejelasan mengenai strategi keluar maupun jadwal akhir konflik. Trump justru memperingatkan bahwa AS akan menyerang Iran โ€œsangat kerasโ€ dalam dua hingga tiga minggu ke depan, sementara Iran membantah adanya permintaan gencatan senjata dan menegaskan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali IRGC.
Untuk update informasi pasar dan analisis terbaru, Anda dapat mengikuti kanal resmi kami di Linktree EWF Praxis

Kenaikan harga minyak akibat konflik tersebut turut memicu kekhawatiran inflasi global, sehingga pasar mulai memperbesar ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi. Dalam situasi seperti ini, logam mulia seperti perak cenderung kehilangan daya tarik karena investor lebih memilih aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.
Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading tanpa risiko, Anda dapat mengakses akun demo resmi melalui Demo Trading Account

Di sisi lain, penguatan dolar AS sebagai aset safe haven juga memberikan tekanan tambahan terhadap harga perak yang diperdagangkan dalam denominasi dolar. Sejak konflik pecah pada akhir Februari, harga perak tercatat telah turun lebih dari 20%, menunjukkan tingginya tekanan pasar di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Untuk membaca berita dan perkembangan ekonomi lainnya, Anda dapat mengunjungi portal berita kami di News Market Update

Secara keseluruhan, volatilitas di pasar komoditas diperkirakan masih akan bertahan tinggi selama arah konflik Iran dan situasi di Selat Hormuz belum menunjukkan kepastian. Investor diperkirakan akan terus memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global yang menjadi faktor utama penggerak harga logam mulia dalam jangka pendek.
Jangan lupa untuk mengikuti update terbaru melalui Instagram resmi kami di Instagram Equityworld Praxis

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *