0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Harga minyak mentah dunia turun tajam hingga berada di bawah US$100 per barel setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menghentikan kampanye militer yang melibatkan AS dan Israel, dengan syarat utama Iran membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Penurunan harga ini mencerminkan berkurangnya premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong lonjakan harga energi global.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan resmi, Anda dapat mengunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya

Dalam perdagangan terbaru, minyak Brent sempat merosot hingga 16% sebelum diperdagangkan di sekitar US$94 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun tajam mendekati US$96 per barel. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi terbesar dalam beberapa tahun terakhir setelah pasar sebelumnya dipenuhi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.
Untuk update analisis pasar dan informasi terbaru, Anda dapat mengikuti kanal resmi kami di Linktree EWF Praxis

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata bersifat kondisional dan bergantung pada pembukaan kembali Selat Hormuz. Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa pelayaran aman di jalur tersebut memungkinkan selama periode dua minggu melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran. Israel juga dilaporkan telah menyetujui jeda sementara dalam konflik tersebut.
Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading tanpa risiko, Anda dapat mengakses akun demo resmi melalui Demo Trading Account

Selain minyak mentah, tekanan juga terjadi pada produk olahan energi. Kontrak berjangka diesel Eropa dilaporkan turun hingga 23%, sementara kontrak Murban Abu Dhabi melemah sekitar 19%. Aktivitas perdagangan meningkat tajam karena pelaku pasar melakukan penyesuaian posisi setelah perubahan sentimen yang sangat cepat di pasar energi global.
Untuk membaca berita dan perkembangan ekonomi lainnya, Anda dapat mengunjungi portal berita kami di News Market Update

Meski demikian, pelaku pasar fisik masih bersikap hati-hati dan menunggu bukti bahwa gencatan senjata benar-benar berjalan stabil sebelum kembali meningkatkan aktivitas pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Detail implementasi pembukaan Selat Hormuz diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga minyak selanjutnya, termasuk apakah pelemahan harga akan berlanjut atau volatilitas kembali meningkat apabila negosiasi mengalami hambatan.
Jangan lupa untuk selalu mengikuti update terbaru melalui Instagram resmi kami di Instagram Equityworld Praxis

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *