0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

Harga minyak dunia kembali melanjutkan penguatan untuk hari kedua berturut-turut setelah Arab Saudi melaporkan gangguan kapasitas produksi akibat serangan terhadap infrastruktur energi. Meski demikian, volatilitas pasar masih tinggi dan harga minyak tetap berada di jalur penurunan mingguan terbesar sejak Juni setelah koreksi tajam pasca pengumuman gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan resmi, Anda dapat mengunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya

Pada perdagangan Asia Jumat, minyak Brent bergerak di sekitar US$96 per barel setelah naik 1,2% pada sesi sebelumnya, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$98 per barel. Walaupun sempat menguat, Brent masih mencatat penurunan lebih dari 11% sepanjang pekan ini sejak pengumuman ceasefire AS–Iran pada Selasa lalu.
Untuk update analisis pasar dan informasi terbaru, Anda dapat mengikuti kanal resmi kami di Linktree EWF Praxis

Arab Saudi menyebut kapasitas produksinya turun sekitar 600 ribu barel per hari akibat serangan terhadap fasilitas energi. Penurunan tersebut diperkirakan setara sekitar 10% dari total ekspor normal minyak mentah kerajaan. Selain itu, serangan terhadap stasiun pompa jalur pipa East–West yang menjadi jalur ekspor menuju Laut Merah juga disebut memangkas throughput harian sekitar 700 ribu barel pada pekan ini. Situasi ini membuat pasar kembali khawatir bahwa risiko gangguan pasokan global belum sepenuhnya mereda.
Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading tanpa risiko, Anda dapat mengakses akun demo resmi melalui Demo Trading Account

Kekhawatiran pasar semakin meningkat setelah Kuwait melaporkan upaya pencegatan serangan drone terhadap beberapa fasilitas vital energi. Di sisi lain, sejumlah negara mulai bersiap menghadapi kemungkinan gangguan pasokan berkepanjangan. Jepang dilaporkan akan merilis cadangan minyak strategis sekitar 20 hari pada Mei mendatang, sementara China dan India mulai mengambil langkah pengelolaan stok energi domestik guna mengantisipasi ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah.
Untuk membaca berita dan perkembangan ekonomi lainnya, Anda dapat mengunjungi portal berita kami di News Market Update

Fokus utama pasar saat ini tertuju pada pembicaraan diplomatik antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad. Wakil Presiden AS JD Vance diperkirakan memimpin delegasi Amerika Serikat dalam negosiasi tersebut. Isu paling krusial tetap berada pada status Selat Hormuz yang masih berada dalam kondisi sensitif dan menjadi jalur penting distribusi energi global. Setiap perkembangan terkait keamanan jalur tersebut diperkirakan akan terus memengaruhi volatilitas harga minyak dunia dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, meskipun ada harapan diplomasi dapat meredakan ketegangan, pasar energi masih sangat sensitif terhadap ancaman gangguan pasokan dan risiko geopolitik di Timur Tengah. Karena itu, arah harga minyak dalam beberapa hari ke depan kemungkinan besar tetap bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan negosiasi dan kondisi keamanan kawasan.
Jangan lupa untuk selalu mengikuti update terbaru melalui Instagram resmi kami di Instagram Equityworld Praxis

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *