0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

Harga minyak dunia masih bertahan di level tinggi setelah mencatat kenaikan selama dua hari terakhir. Sentimen pasar dipengaruhi keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, namun tetap mempertahankan blokade di Selat Hormuz. Kondisi ini membuat pasar menilai risiko perang memang sedikit mereda, tetapi gangguan pasokan energi global masih belum terselesaikan.

Pada perdagangan sesi Asia Rabu (22/04), harga minyak Brent diperdagangkan di bawah US$98 per barel setelah melonjak hampir 9% dalam dua sesi sebelumnya. Sementara itu, minyak WTI berada di kisaran US$89 per barel. Trump menyatakan bahwa AS akan menahan diri dari serangan baru terhadap Iran, tetapi kapal-kapal yang terkait dengan Republik Islam Iran tetap akan diblokir hingga seluruh proses pembahasan selesai dilakukan.

Selat Hormuz masih menjadi fokus utama pasar energi global karena jalur tersebut menampung hampir seperlima arus perdagangan minyak dunia. Ketika aktivitas pelayaran terganggu, volatilitas pasar langsung meningkat tajam. Bahkan, tingkat volatilitas minyak kini disebut mencapai level tertinggi sejak tahun 2020, menandakan pasar sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik terbaru.

Untuk mendapatkan update market harian dan analisa trading terbaru, Anda dapat mengikuti sosial media resmi kami melalui
Instagram Equityworld Praxis Official
dan akses seluruh platform resmi perusahaan melalui
Linktree EWF Praxis

Menurut analis CIBC Private Wealth Group, Rebecca Babin, arus informasi saat ini berubah sangat cepat, tetapi kondisi fundamental pasokan minyak sebenarnya belum mengalami perbaikan signifikan. Iran dilaporkan tetap menolak membuka Selat Hormuz selama Angkatan Laut AS masih melakukan pencegatan terhadap kapal-kapal yang berkaitan dengan sanksi. Bahkan, media Iran menyebut Teheran siap melawan blokade tersebut apabila diperlukan.

Pergerakan harga minyak juga sempat melonjak di atas US$100 per barel setelah muncul laporan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan perjalanan ke Islamabad dan Iran dikabarkan tidak akan menghadiri pembicaraan damai. Namun harga kembali turun setelah Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata. Meski begitu, pasar tetap menilai bahwa tanpa kesepakatan damai permanen, risiko inflasi energi global masih akan tinggi.

Bagi Anda yang ingin mempelajari peluang trading minyak, emas, forex, dan komoditas lainnya, Anda dapat mencoba akun demo trading gratis melalui
Demo Trading Equityworld Futures
serta mengenal lebih lanjut profil perusahaan di
PT Equityworld Futures Praxis Surabaya

Berita ekonomi dan analisa market terbaru lainnya juga dapat Anda baca melalui portal resmi kami di
Newsmaker Indonesia

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *