0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

Harga perak kembali bergerak melemah di bawah level US$75 per ounce pada perdagangan Rabu (20/5), setelah sebelumnya anjlok lebih dari 5% pada sesi sebelumnya. Tekanan terhadap logam mulia ini muncul seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat pasar kembali fokus pada risiko inflasi dan potensi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Sentimen negatif dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat dapat kembali melanjutkan serangan terhadap Iran dalam β€œdua atau tiga hari” apabila Teheran tidak menerima syarat perdamaian dari Washington. Pernyataan tersebut muncul setelah Trump sebelumnya mengklaim sempat membatalkan rencana serangan, sementara isu program nuklir Iran masih menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi kedua negara.

Konflik yang berkepanjangan juga meningkatkan kekhawatiran terhadap jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz yang masih dianggap belum sepenuhnya aman untuk aktivitas pengapalan. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan tekanan inflasi global. Akibatnya, pelaku pasar mulai memperkirakan bank sentral, termasuk Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi.

Dapatkan update market terbaru, analisa trading harian, dan berita ekonomi global melalui sosial media resmi kami di
Instagram Equityworld Praxis Official
serta akses seluruh informasi perusahaan melalui
Linktree EWF Praxis

Perak sebelumnya sempat mendapat dukungan positif dari sentimen pertumbuhan sektor teknologi dan AI yang meningkatkan prospek permintaan logam untuk kebutuhan data center dan industri elektronik. Namun saat fokus pasar bergeser dari tema pertumbuhan menuju risiko inflasi dan kebijakan suku bunga, minat terhadap aset berisiko mulai menurun dan tekanan jual pada perak semakin besar.

Ke depan, arah harga perak diperkirakan masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik AS-Iran, kondisi Selat Hormuz, pergerakan harga minyak, serta ekspektasi kebijakan suku bunga global. Jika tensi geopolitik terus meningkat dan harga energi kembali naik tajam, volatilitas di pasar logam mulia berpotensi bertahan tinggi dalam jangka pendek.

Bagi Anda yang ingin mencoba trading emas, perak, forex, maupun komoditas lainnya, Anda dapat menggunakan akun demo trading gratis melalui
Demo Trading Equityworld Futures
dan mengenal lebih lanjut profil perusahaan di
PT Equityworld Futures Praxis Surabaya

Berita dan analisa market lainnya juga dapat dibaca melalui portal resmi kami di
Newsmaker Indonesia

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *