Harga emas bergerak menguat tipis ke sekitar US$4.730 per ons pada perdagangan Senin (11/5), berbalik naik setelah sempat mengalami pelemahan di awal sesi. Penguatan tersebut sekaligus membawa emas menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga pekan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Pergerakan emas kali ini dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas. Presiden AS Donald Trump dilaporkan menolak respons Iran atas proposal perdamaian dan menyebut tawaran tersebut sebagai sesuatu yang βtotally unacceptable.β Pernyataan itu memicu kembali kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pantau update market terbaru, analisa harian, dan edukasi trading melalui Instagram resmi kami di
Equityworld Praxis Official Instagram
Ketidakpastian diplomatik tersebut membuat risiko geopolitik tetap tinggi, terlebih setelah serangan terbaru di kawasan Timur Tengah kembali menguji stabilitas gencatan senjata yang berlangsung sejak awal April. Di tengah belum tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran, Selat Hormuz disebut masih belum sepenuhnya pulih sehingga kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi global tetap membayangi pasar.
Kondisi tersebut ikut mendorong harga minyak bertahan tinggi dan meningkatkan potensi tekanan inflasi global. Dari sisi makroekonomi, pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga AS karena inflasi diperkirakan bertahan lebih tinggi. Sebagian investor kini bahkan mulai mempertimbangkan kemungkinan Federal Reserve tidak memangkas suku bunga sama sekali hingga 2026 apabila tekanan inflasi terus meningkat.
Pelajari lebih lanjut mengenai produk investasi dan layanan trading bersama
PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui akun demo gratis di
Demo Trading Equityworld Futures
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data inflasi konsumen atau CPI Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis pada Selasa. Data tersebut diperkirakan menjadi penentu utama arah kebijakan suku bunga jangka pendek The Fed. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan kunjungan Donald Trump ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping dengan agenda pembahasan yang mencakup Iran, Taiwan, kecerdasan buatan (AI), hingga isu senjata nuklir.
Pertemuan tersebut dinilai berpotensi menjadi katalis besar bagi pasar global, terutama apabila menghasilkan sinyal baru terkait stabilitas geopolitik dan prospek inflasi energi dunia. Selama ketidakpastian global masih tinggi, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas diperkirakan tetap terjaga.
Ikuti juga berita ekonomi dan perkembangan pasar finansial terbaru melalui
Newsmaker Indonesia
dan akses seluruh media sosial perusahaan melalui
Linktree EWF Praxis
