Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait RI Kini Punya Kalkulator Hijau Jilid II, Bisa Hitung Emisi Karbon Cs yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Sebagaimana diberitakan, bank Nusantara, ditambah lagi dengan mendorong penguatan pembiayaan hijau melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan memberikan insentif kepada bank yang menyalurkan kredit/pembiayaan ke Sektor UMKM, Ko perasi, Inklusi,. Selain itu, Berkelanjutan sebesar maksimal satu% dari Giro Wajib Minimum (GWM). Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Dari hasil penelusuran, dengan tujuan mendorong ketahanan ekonomi di tengah tantangan perubahan iklim, dilakukan Kalkulator Hijau Versi dua ini merupakan langkah penguatan keuangan berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Jakarta, EWF Praxis – Bank Nusantara (BI) meluncurkan Kalkulator Hijau Versi dua.
Berdasarkan data BI, Kalkulator Hijau kini menghasilkan data emisi yang semakin berkualitas, selaras dengan standar internasional Greenhouse Gas (GHG) Protocol.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hal ini membuat penguatan pengukuran emisi karbon menjadi elemen penting dalam mendukung pengelolaan risiko yang lebih komprehensif..
Sebagaimana diberitakan, berikut pernyataannya: “Kalkulator Hijau versi dua menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan konsistensi. Selain itu, standardisasi penghitungan emisi karbon,” demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Nusantara, Destry Damayanti, pada peluncuran Kalkulator Hijau Versi dua di Bank Nusantara, Jakarta, Selasa (dua belas/lima/2026)..
Pada pada Desember 2025, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) hijau tumbuh sebesar 70,08% (yoy), sementara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hijau, ditambah lagi dengan terus berkembang sejalan dengan meningkatnya perhatian para pelaku usaha termasuk UMKM terhadap pembiayaan yang mendukung ekonomi rendah karbon..
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa dengan tujuan memenuhi kebutuhan pelaporan, berbeda dengan Berbeda dengan itu,, ditambah lagi dengan diintegrasikan dalam manajemen risiko., dilakukan Di sisi lain, Juda berharap Kalkulator Hijau tidak hanya dimanfaatkan.
Dengan tujuan mengukur risiko iklim dan mengintegrasikannya ke dalam strategi bisnis, dilakukan Tidak hanya itu, manajemen risiko, ditambah lagi dengan melengkapi Seiring dengan semakin eratnya keterkaitan antara ketahanan ekonomi. Selain itu, ketahanan ekologis, perbankan didorong.
Dengan tujuan menghitung, berbeda dengan Berbeda dengan itu,, ditambah lagi dengan alat untuk membantu mengendalikan emisi karbon,” ujarnya., dilakukan Di sisi lain, Karena itu, Kalkulator Hijau bukan sekadar alat.
Pengembangan dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Kalkulator Hijau yang melibatkan Bank Nusantara bersama otoritas. Selain itu, lembaga, mencakup Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Pangan, Kementerian Koordinator Infrastruktur, Kementerian Perhubungan dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Perhubungan, Perbanas, Masyarakat Transportasi Nusantara, Nusantara Research Institute for Decarbonization, Badan Riset dan Inovasi Nasional, World Wide Fund (WWF) Nusantara, dan Tim Panel Metodologi Gas Rumah Kaca Nasional. Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..
Dari hasil penelusuran, pengembangan ini semakin relevan seiring meningkatnya upaya perbankan dalam menghitung emisi karbon.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pencapaian Second Nationally Determined Contribution 2035. Selain itu, Net Zero Emission Nusantara 2060..
Ini adalah Kalkulator Hijau Versi dua dikembangkan sebagai penyempurnaan dari Versi satu.nol dengan cakupan yang lebih luas, metodologi yang lebih komprehensif,. Selain itu, penggunaan yang lebih mudah..
Dengan tujuan didorong lebih lanjut, dilakukan Penyaluran kredit berkelanjutan terus tumbuh positif. Selain itu, masih memiliki ruang.
Dari hasil penelusuran, dari sisi pengawasan, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan risiko finansial bagi sektor keuangan..
Data terkini menunjukkan bahwa penguatan ini perlu didukung data emisi karbon yang kredibel, terstandar, andal,. Selain itu, dapat diperbandingkan..
Dengan tujuan mendorong pengembangan ekonomi hijau., ditambah lagi dengan melengkapi Dari sisi fiskal, kata Juda, Pemerintah telah mengorkestrasi anggaran pendapatan belanja negara untuk menangani isu perubahan iklim, antara lain melalui pemberian berbagai insentif perpajakan seperti tax allowance, tax holiday,, dilakukan Tidak hanya itu, fasilitas kepabeanan. Selain itu, perpajakan lainnya Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Kalkulator Hijau versi dua diharapkan membantu pelaku usaha. Selain itu, lembaga keuangan menghitung emisi karbon secara lebih akurat dan konsisten sebagai dasar pelaporan keberlanjutan, pengembangan pembiayaan hijau, dan pengelolaan risiko iklim..
Survei yang dilakukan Bank Nusantara kepada 105 bank pada 2025 menunjukkan bahwa mayoritas bank telah menghitung emisi secara mandiri,. Selain itu, Kalkulator Hijau menjadi alat yang paling banyak digunakan..
Wakil pejabat kabinet Keuangan, Juda Agung menekankan pentingnya Kalkulator Hijau sebagai langkah penguatan keuangan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, rekan-rekan Perbanka ndan Akademisi., ditambah lagi dengan melengkapi Peluncuran dihadiri juga oleh Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Asosiasi Pengusaha Nusantara (APINDO),.
Perkembangan tersebut diikuti kualitas kredit yang terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan / NPL) KKB hijau yang rendah yaitu sebesar nol,30%. Selain itu, NPL KPR hijau sebesar nol,84%.
“Kita tidak mungkin mengendalikan sesuatu yang tidak kita ukur.
Perkembangan terkait RI Kini Punya Kalkulator Hijau Jilid II, Bisa Hitung Emisi Karbon Cs akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat pada Awal Pekan, Optimisme Suku Bunga Tinggi Berakhir
- Perak: Logam Mulia yang Sedang Bangkit
