Pasar saham Asia-Pasifik sebagian besar menunjukkan penguatan pada pembukaan perdagangan hari ini, memulai pekan yang diwarnai dengan berbagai data ekonomi penting. Kenaikan indeks didorong oleh optimisme bahwa tren suku bunga tinggi mungkin akan berakhir tahun ini.
Mengacu pada data CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,19% menjadi 39.247,62. Indeks Kospi Korea Selatan juga mengalami kenaikan 1,01%, mencapai 2.752. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,63% ke level 7.863,3. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 19.704, menunjukkan pembukaan yang lebih kuat dibandingkan penutupan HSI di 19.553,61.
Pada Senin (20/5/2024), bank sentral China (PBoC) akan merilis suku bunga acuan LPR untuk tenor satu dan lima tahun, yang diperkirakan akan tetap di angka 3,45% dan 3,95%. Meski ekspektasi penurunan suku bunga acuan hipotek meningkat, survei terhadap 33 pengamat pasar menunjukkan 82% dari responden memperkirakan LPR tidak akan berubah. Jika LPR tetap, dampaknya terhadap Indonesia sebagai mitra dagang China mungkin tidak signifikan, kecuali ada stimulus tambahan yang dapat mendorong sektor properti China.
Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan merilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2024, termasuk transaksi berjalan dan transaksi modal dan finansial. Sebelumnya, Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan sebesar US$1,29 miliar pada triwulan IV-2023, meningkat dibandingkan defisit US$1,0 miliar pada kuartal III-2023.
Akhir pekan ini, investor akan memantau data perdagangan, inflasi, dan aktivitas bisnis dari Jepang, serta data inflasi bulan April dan angka final produk domestik bruto kuartal pertama dari Singapura. Bank sentral Korea Selatan juga dijadwalkan untuk merilis keputusan suku bunganya.
Indeks saham Asia-Pasifik didukung oleh rekor tertinggi yang dicapai oleh indeks Dow Jones Industrial Average di Amerika Serikat, yang ditutup di atas level 40.000 untuk pertama kalinya. Mengutip data Refinitiv pada Jumat (17/5/2024), Dow Jones naik 134,21 poin, atau 0,3%, menjadi 40.003,59. Kenaikan ini didorong oleh keyakinan pasar bahwa The Fed mungkin akan melakukan pemotongan suku bunga sebanyak dua kali atau lebih tahun ini.
Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading
