0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

Harga emas bergerak cenderung stabil setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan percepatan yang kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Emas spot diperdagangkan di sekitar US$4.718 per ons setelah sebelumnya turun sekitar 0,4% pada perdagangan Selasa.

Data inflasi AS pada April mencatat kenaikan tercepat sejak 2023, memperlihatkan bahwa tekanan harga masih cukup kuat di tengah tingginya biaya energi. Selain itu, setelah disesuaikan dengan inflasi, upah riil masyarakat AS dilaporkan mengalami penurunan pertama dalam tiga tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat pasar semakin berhati-hati terhadap prospek penurunan inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

Ikuti update market terbaru, analisa harian, dan edukasi trading melalui Instagram resmi kami di
Equityworld Praxis Official Instagram

Lonjakan harga energi juga turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Pelaku pasar kini menilai inflasi berpotensi bertahan lebih lama sehingga Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Bahkan sebagian investor mulai membuka kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tambahan pada tahun depan apabila tekanan inflasi tidak segera mereda.

Situasi suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya. Di sisi lain, penguatan dolar AS juga turut membatasi ruang kenaikan harga emas. Bloomberg Dollar Spot Index tercatat naik sekitar 0,1%, memperlihatkan bahwa permintaan terhadap mata uang dolar masih cukup kuat.

Pelajari lebih lanjut mengenai layanan investasi dan produk trading bersama
PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui akun demo gratis di
Demo Trading Equityworld Futures

Di sisi kebijakan domestik AS, Presiden Donald Trump juga meluncurkan proposal baru untuk menekan harga sejumlah kebutuhan penting seperti daging sapi dan bensin di tengah meningkatnya tekanan biaya hidup masyarakat. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mengurangi tekanan politik akibat tingginya inflasi yang menjadi perhatian publik Amerika Serikat.

Sementara itu, harga perak justru menunjukkan performa yang lebih kuat dengan kenaikan sekitar 0,4% ke level US$86,84 per ons dan telah melonjak hampir 18% sepanjang Mei. Adapun platinum dan paladium tercatat bergerak relatif stabil. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada perkembangan inflasi inti AS, arah pergerakan imbal hasil obligasi, serta sinyal terbaru dari Federal Reserve terkait berapa lama kebijakan moneter ketat akan dipertahankan.

Ikuti juga perkembangan berita ekonomi dan finansial terbaru melalui
Newsmaker Indonesia
serta akses seluruh media sosial perusahaan melalui
Linktree EWF Praxis

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *