0 0
Read Time:2 Minute, 2 Second

Harga perak spot (XAG/USD) bergerak cukup volatil pada perdagangan Selasa (12/5) sebelum akhirnya diperdagangkan di sekitar US$86,586 per ons atau naik sekitar 0,5% dibanding penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi, harga perak sempat berfluktuasi dalam rentang harian antara US$83,057 hingga US$87,208 per ons, mencerminkan tingginya ketidakpastian pasar global saat ini.

Pergerakan perak dipengaruhi oleh data inflasi Amerika Serikat yang kembali menunjukkan tekanan harga lebih tinggi dari perkiraan. Inflasi tahunan AS pada April tercatat sebesar 3,8%, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,7%, sementara inflasi inti naik menjadi 2,8%. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau dikenal dengan istilah β€œhigher for longer.”

Pantau update market terbaru, analisa harian, dan edukasi trading melalui Instagram resmi kami di
Equityworld Praxis Official Instagram

Kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dengan yield Treasury tenor 10 tahun berada di sekitar 4,46%. Kenaikan yield biasanya menjadi tekanan bagi logam mulia seperti perak dan emas karena investor lebih tertarik pada instrumen berbunga. Selain itu, penguatan dolar AS turut membatasi ruang penguatan harga logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi geopolitik, pasar juga masih dibayangi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump menyebut gencatan senjata berada dalam kondisi β€œmassive life support,” sementara gangguan distribusi energi akibat penutupan efektif Selat Hormuz membuat harga minyak tetap tinggi. Minyak Brent diperdagangkan di kisaran US$107 hingga US$108 per barel, sedangkan WTI berada di sekitar US$102 per barel, meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi berbasis energi.

Pelajari lebih lanjut mengenai layanan investasi dan produk trading bersama
PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui akun demo gratis di
Demo Trading Equityworld Futures

Kombinasi inflasi yang masih tinggi, kenaikan yield obligasi, dan penguatan dolar membuat ruang kenaikan harga perak menjadi lebih terbatas meskipun risiko geopolitik terus meningkat. Pasar futures suku bunga bahkan mulai menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada 2026 meningkat hingga sekitar 35%, memperlihatkan bahwa investor semakin berhati-hati terhadap kemungkinan kebijakan moneter ketat berlangsung lebih lama.

Fokus pasar selanjutnya tertuju pada perkembangan negosiasi antara AS dan Iran, kondisi Selat Hormuz, serta pergerakan harga minyak yang menjadi faktor utama pendorong inflasi global. Selain itu, investor juga akan mencermati arah yield obligasi dan komentar pejabat Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Ikuti juga perkembangan berita ekonomi dan finansial terbaru melalui
Newsmaker Indonesia
serta akses seluruh media sosial perusahaan melalui
Linktree EWF Praxis

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *