0 0
Read Time:1 Minute, 59 Second

Harga minyak dunia turun tajam pada perdagangan Rabu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington kini berada di β€œtahap akhir” negosiasi dengan Iran. Pernyataan tersebut memicu optimisme pasar terhadap kemungkinan pemulihan aliran minyak global melalui Selat Hormuz yang selama ini terganggu akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat anjlok hingga 7% sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugian dan diperdagangkan di sekitar US$98,67 per barel. Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Juli turun sekitar 5,2% ke level US$105,54 per barel. Koreksi tajam ini menjadi salah satu penurunan terbesar sejak konflik di kawasan mulai memicu lonjakan harga energi global.

Pantau update market terbaru, analisa harian, dan berita ekonomi global melalui Instagram resmi kami di
Equityworld Praxis Official Instagram

Komentar Donald Trump muncul di tengah minggu ke-12 konflik yang telah membatasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia. Gedung Putih menyatakan bahwa proses diplomasi dengan Iran menunjukkan perkembangan positif, meskipun Trump juga menegaskan bahwa pihaknya masih akan melihat bagaimana situasi berkembang ke depan.

Selain faktor geopolitik, pasar energi juga merespons data persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang menunjukkan penurunan permintaan ekspor. Sejumlah pembeli luar negeri dilaporkan mulai mengurangi aktivitas penimbunan minyak yang sebelumnya meningkat selama periode konflik. Situasi tersebut turut membantu meredakan tekanan di pasar obligasi yang sebelumnya sangat sensitif terhadap lonjakan harga energi.

Pelajari lebih lanjut mengenai layanan investasi dan produk trading bersama
PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui akun demo gratis di
Demo Trading Equityworld Futures

Penurunan harga minyak langsung berdampak terhadap sentimen pasar global. Bursa saham bergerak menguat seiring meredanya kekhawatiran inflasi energi, sementara pasar obligasi juga mulai stabil setelah sebelumnya mengalami tekanan jual akibat lonjakan yield yang dipicu kenaikan harga minyak.

Meski begitu, harga minyak Brent dan WTI masih berada jauh di atas level sebelum perang dimulai. Investor tetap berhati-hati karena pasar masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut terkait hasil negosiasi antara AS dan Iran sebelum benar-benar memperkirakan pemulihan pasokan energi global secara penuh.

Pasar kini akan terus memantau perkembangan diplomasi dan kondisi keamanan di Selat Hormuz. Jika kesepakatan damai benar-benar tercapai dan distribusi minyak mulai normal kembali, tekanan inflasi global dapat mereda. Namun selama proses negosiasi belum sepenuhnya selesai, volatilitas di pasar energi diperkirakan masih tetap tinggi.

Ikuti juga perkembangan berita ekonomi dan finansial terbaru melalui
Newsmaker Indonesia
serta akses seluruh media sosial perusahaan melalui
Linktree EWF Praxis

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *