Harga silver (XAG/USD) menguat lebih dari 2% menuju level US$75,20 pada perdagangan Rabu (20/5) sesi Eropa. Kenaikan ini menjadi upaya pemulihan setelah sehari sebelumnya silver sempat menyentuh level terendah hampir dua pekan di sekitar US$73,10 per ons.
Meski berhasil rebound dalam jangka pendek, prospek pergerakan silver ke depan masih cenderung bearish seiring tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Yield obligasi AS tenor 10 tahun tercatat menembus level 4,69%, sementara yield obligasi tenor 30 tahun melonjak hingga 5,2%, level tertinggi sejak krisis sub-prime mortgage. Kenaikan yield tersebut membuat aset tanpa imbal hasil seperti silver menjadi kurang menarik bagi investor.
Pantau update market terbaru, analisa harian, dan berita ekonomi global melalui Instagram resmi kami di
Equityworld Praxis Official Instagram
Pasar kini semakin yakin bahwa Federal Reserve berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga tahun ini diperkirakan mencapai 56,3%, berbalik drastis dibanding ekspektasi sebelum konflik Timur Tengah yang sebelumnya memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga.
Perubahan ekspektasi tersebut dipicu oleh meningkatnya tekanan inflasi di Amerika Serikat akibat lonjakan harga energi. Data inflasi konsumen terbaru menunjukkan CPI tahunan AS naik menjadi 3,8%, level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa The Fed mungkin harus tetap agresif menjaga stabilitas harga.
Pelajari lebih lanjut mengenai layanan investasi dan produk trading bersama
PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui akun demo gratis di
Demo Trading Equityworld Futures
Kenaikan imbal hasil obligasi juga ikut mendorong penguatan dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat naik ke level tertinggi dalam enam minggu terakhir di sekitar 99,47. Dolar yang lebih kuat membuat harga silver menjadi lebih mahal bagi investor global sehingga membatasi ruang kenaikan lebih lanjut.
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada publikasi risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan April yang dijadwalkan dirilis pukul 18:00 GMT. Investor akan mencermati petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya untuk melihat seberapa besar peluang The Fed mempertahankan kebijakan βhigher for longer.β
Dalam jangka pendek, arah pergerakan silver diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan inflasi AS, pergerakan yield obligasi, serta dinamika kebijakan moneter Federal Reserve. Selama tekanan inflasi dan suku bunga tinggi masih mendominasi pasar, volatilitas silver diperkirakan tetap tinggi.
Ikuti juga perkembangan berita ekonomi dan finansial terbaru melalui
Newsmaker Indonesia
serta akses seluruh media sosial perusahaan melalui
Linktree EWF Praxis
