0 0
Read Time:2 Minute, 7 Second

Harga emas dunia kembali bergerak melemah pada sesi perdagangan Eropa Jumat (22/5), meskipun masih mampu bertahan di atas level psikologis US$4.500 per ons. Tekanan terhadap logam mulia muncul setelah dolar Amerika Serikat menguat ke posisi tertinggi dalam enam minggu terakhir, didukung ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Penguatan dolar AS terjadi seiring meningkatnya keyakinan investor bahwa The Fed belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Bahkan, pasar kini mulai memperhitungkan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun akibat lonjakan harga energi dan risiko inflasi yang masih tinggi. Kondisi tersebut membuat imbal hasil obligasi Treasury AS tetap kuat dan menjadi faktor negatif bagi pergerakan emas.

Untuk mendapatkan update market terbaru, edukasi trading, dan informasi finansial lainnya, Anda dapat mengakses seluruh sosial media resmi perusahaan melalui Linktree Equityworld Praxis.

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan April menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Federal Reserve masih cenderung mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan membuka peluang kenaikan lanjutan apabila inflasi belum kembali menuju target 2%. Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember kini berada di atas 60%, memperkuat sentimen bullish dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan emas.

Di sisi geopolitik, perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran juga masih menjadi perhatian utama pasar. Sumber senior Iran menyebutkan bahwa belum ada kesepakatan final yang tercapai meski kedua negara dinilai mulai mendekati titik kompromi. Isu mengenai penguasaan uranium Iran dan kontrol terhadap Selat Hormuz masih menjadi hambatan terbesar dalam proses diplomasi tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan bahwa rencana Iran untuk mengenakan tarif di Selat Hormuz menjadi salah satu penghalang utama tercapainya kesepakatan. Sementara itu, Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat menolak kebijakan tersebut dan tetap berupaya mengambil alih stok uranium tingkat tinggi milik Iran. Ketegangan geopolitik yang masih berlangsung membuat premi risiko pasar tetap tinggi dan menopang penguatan dolar AS.

Bagi Anda yang ingin mempelajari trading lebih lanjut dan mencoba simulasi transaksi secara langsung, Anda dapat menggunakan Demo Account Equityworld Futures untuk memahami dinamika pasar tanpa menggunakan dana riil.

Pelaku pasar saat ini akan terus memantau arah negosiasi AS-Iran, perkembangan harga energi global, kebijakan Federal Reserve, serta pergerakan imbal hasil Treasury AS. Selama dolar masih kuat dan ekspektasi suku bunga tinggi bertahan, pergerakan emas diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan, kunjungi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya. Ikuti juga berita ekonomi serta analisa market terbaru melalui Newsmaker Indonesia dan Instagram resmi Equityworld Praxis Official.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *