0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Harga perak dunia (XAG/USD) bergerak melemah pada sesi perdagangan Eropa Jumat (22/5), dengan harga diperdagangkan di sekitar level US$76 per ons. Tekanan terhadap logam mulia ini muncul seiring pasar masih menanti kepastian mengenai peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan hasil final.

Laporan dari Iranian Labour News Agency (ILNA) menyebutkan bahwa draft akhir proposal perdamaian sebenarnya telah tercapai. Namun, sikap keras Iran terkait kepemilikan stok uranium serta rencana penerapan sistem tol permanen di Selat Hormuz membuat optimisme pasar kembali menurun. Ketidakpastian tersebut menjaga tensi geopolitik tetap tinggi dan memicu volatilitas di pasar komoditas global.

Untuk memperoleh update market harian, edukasi trading, dan berbagai informasi finansial terbaru, Anda dapat mengunjungi Linktree Equityworld Praxis yang terhubung langsung dengan seluruh sosial media resmi perusahaan.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga perak dinilai bergerak di bawah ekspektasi pasar. Salah satu penyebab utamanya adalah tingginya harga minyak dunia akibat gangguan distribusi energi di Selat Hormuz. Kenaikan harga energi tersebut memicu tekanan inflasi di Amerika Serikat dan membuat pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini.

Berdasarkan data CME FedWatch, peluang Federal Reserve mempertahankan suku bunga atau bahkan melakukan setidaknya satu kali kenaikan tambahan kini berada di kisaran 50,8% dan 48,1%. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih hawkish membuat daya tarik aset non-yielding seperti perak menjadi berkurang, sehingga ruang penguatan harga logam putih tersebut cenderung terbatas dalam jangka pendek.

Selain faktor suku bunga, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi Treasury juga menjadi tekanan tambahan bagi pasar logam mulia. Investor kini lebih berhati-hati sambil menunggu arah kebijakan The Fed berikutnya serta perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran.

Bagi Anda yang ingin belajar memahami pergerakan pasar komoditas dan mencoba simulasi trading tanpa risiko dana riil, Anda dapat mengakses Demo Account Equityworld Futures untuk merasakan pengalaman trading secara langsung.

Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan negosiasi AS-Iran, pergerakan harga minyak global, dan arah kebijakan Federal Reserve sebagai faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga perak dalam beberapa waktu mendatang. Jika ketegangan geopolitik meningkat atau inflasi kembali memanas, volatilitas pasar logam mulia diperkirakan akan tetap tinggi.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan, silakan kunjungi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya. Dapatkan juga berita ekonomi dan analisa market terbaru melalui Newsmaker Indonesia serta ikuti update harian di Instagram resmi Equityworld Praxis Official.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *