0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

Harga minyak dunia mengalami tekanan tajam setelah muncul sinyal bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin mendekati kesepakatan diplomatik. Sentimen tersebut membuat pasar mulai mengurangi premi risiko yang sebelumnya terbentuk akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global, khususnya melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.

Minyak Brent sempat merosot hingga 6,2% ke level US$97,10 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun ke area US$91 per barel. Pada perdagangan di Singapura pukul 11:44 waktu setempat, Brent untuk pengiriman Juli tercatat melemah 5,7% menjadi US$97,69 per barel, sedangkan WTI turun 5,9% ke level US$90,89 per barel.

Untuk memperoleh update market terbaru, edukasi trading, dan berbagai informasi finansial lainnya, Anda dapat mengakses sosial media resmi perusahaan melalui Linktree Equityworld Praxis.

Meski pasar mulai optimistis terhadap jalur diplomasi, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa blokade Washington di Selat Hormuz masih tetap berlaku hingga kesepakatan benar-benar diselesaikan. Pejabat senior AS juga menyampaikan bahwa proses persetujuan final kemungkinan masih membutuhkan beberapa hari tambahan. Trump menilai kesepakatan saat ini bahkan belum sepenuhnya selesai dinegosiasikan sehingga pemerintahannya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut menegaskan bahwa proses diplomasi masih berjalan dan pasar sebaiknya tidak terlalu cepat bereaksi terhadap setiap perkembangan harian. Ketidakpastian tetap tinggi karena sejumlah isu utama masih belum menemukan titik temu, termasuk persoalan program nuklir Iran dan pencabutan sanksi ekonomi yang menjadi tuntutan Teheran.

Media Iran, Tasnim, melaporkan bahwa draft kesepakatan masih berpotensi gagal apabila Amerika Serikat tetap menghambat beberapa klausul penting, termasuk tuntutan pencairan aset Iran yang dibekukan. Sejumlah analis menilai harga minyak saat ini mulai mencerminkan optimisme jangka pendek, namun belum memiliki fondasi kuat untuk mengasumsikan terciptanya perdamaian yang benar-benar stabil dalam jangka panjang.

Di sisi distribusi energi, pasar mulai melihat adanya tanda pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz meski volume kapal masih jauh di bawah kondisi normal. Iran mengklaim puluhan kapal telah melintas setelah memperoleh izin dari IRGC, sementara sejumlah tanker minyak dan kapal LNG juga dilaporkan mulai bergerak keluar dalam beberapa hari terakhir.

Selain konflik AS-Iran, pasar energi global juga masih dibayangi risiko lain seperti serangan balasan Rusia dan Ukraina terhadap infrastruktur energi. Kondisi likuiditas pasar yang lebih tipis akibat libur di Amerika Serikat dan Inggris turut memperbesar volatilitas harga minyak dalam perdagangan terbaru.

Bagi Anda yang ingin memahami dinamika pasar energi global dan mencoba simulasi trading secara langsung, Anda dapat menggunakan Demo Account Equityworld Futures untuk belajar trading tanpa risiko dana riil.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan, silakan kunjungi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya. Ikuti juga berita ekonomi dan analisa market terbaru melalui Newsmaker Indonesia serta update harian di Instagram resmi Equityworld Praxis Official.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *