Harga perak dunia kembali mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (20/5), dengan harga bergerak di bawah level US$75 per ons setelah sebelumnya anjlok lebih dari 5% dalam satu sesi. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap inflasi global dan prospek suku bunga tinggi.
Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat dapat melanjutkan serangan terhadap Iran dalam βdua atau tiga hariβ apabila Teheran tidak menerima syarat perdamaian yang diajukan Washington. Pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah Trump mengungkapkan bahwa dirinya sempat membatalkan rencana serangan militer sebelumnya. Di sisi lain, isu terkait program nuklir Iran masih menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi kedua negara.
Untuk mendapatkan update market terbaru, edukasi trading, dan informasi finansial lainnya, Anda dapat mengunjungi Linktree Equityworld Praxis yang menyediakan akses lengkap ke seluruh sosial media resmi perusahaan.
Konflik yang terus berlanjut turut menjaga kondisi Selat Hormuz tetap terganggu bagi aktivitas pengapalan global. Situasi ini mendorong harga minyak dunia bertahan tinggi dan memperbesar tekanan inflasi internasional. Kenaikan inflasi membuat pasar semakin yakin bahwa bank sentral, termasuk Federal Reserve, kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi logam mulia seperti perak karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
Sebelumnya, perak sempat memperoleh dukungan dari meningkatnya optimisme terhadap sektor teknologi dan saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Permintaan logam untuk kebutuhan infrastruktur data center sempat membantu penguatan harga di awal bulan. Namun, ketika fokus pasar bergeser dari tema pertumbuhan teknologi menuju isu inflasi dan kebijakan suku bunga, minat terhadap aset berisiko mulai melemah dan menambah tekanan terhadap harga perak.
Selain faktor geopolitik, pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury juga menjadi perhatian utama investor. Penguatan dolar membuat harga logam mulia menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga membatasi potensi penguatan perak dalam jangka pendek.
Bagi Anda yang ingin memahami dinamika pasar global dan mencoba simulasi trading secara langsung, Anda dapat menggunakan Demo Account Equityworld Futures untuk belajar trading tanpa menggunakan dana riil.
Ke depan, arah pergerakan perak diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik AS-Iran, kondisi distribusi energi melalui Selat Hormuz, arah harga minyak dunia, serta perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral global. Faktor-faktor tersebut diperkirakan tetap menjadi pemicu utama volatilitas di pasar logam mulia dalam beberapa waktu mendatang.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan, silakan kunjungi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya. Ikuti juga berita ekonomi dan analisa market terbaru melalui Newsmaker Indonesia serta update harian di Instagram resmi Equityworld Praxis Official.
