
Harga emas kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa (26/05) setelah pasar mulai khawatir bahwa pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi terganggu akibat meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan energi global yang dapat memperbesar tekanan inflasi dalam beberapa waktu mendatang.
Emas tercatat turun sekitar 0,9% ke area US$4.527 per ons setelah sebelumnya sempat menguat pada sesi perdagangan sebelumnya. Militer AS menyatakan bahwa serangan terbaru menargetkan lokasi peluncur rudal di Iran serta kapal yang diduga mencoba menempatkan ranjau di jalur pelayaran strategis. Langkah tersebut disebut dilakukan untuk melindungi kepentingan dan pasukan Amerika Serikat di kawasan.
Untuk memperoleh informasi terbaru mengenai pergerakan harga emas, minyak, forex, dan edukasi trading lainnya, Anda dapat mengikuti akun resmi Instagram Equityworld Praxis Official serta melihat seluruh jaringan sosial media perusahaan melalui Linktree EWF Praxis.
Di sisi lain, harga minyak Brent justru melonjak sekitar 2% seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan energi global. Kenaikan harga energi menjadi perhatian penting karena dapat memicu inflasi tetap tinggi. Jika tekanan inflasi bertahan, peluang suku bunga global tetap tinggi juga semakin besar, sementara kondisi tersebut biasanya memberi tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil bunga.
Situasi geopolitik juga semakin kompleks setelah Israel menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap Hezbollah, sedangkan Iran meminta agar konflik di Lebanon dihentikan sebagai bagian dari kesepakatan damai. Meski Presiden AS Donald Trump menyebut proses negosiasi βberjalan baikβ, pelaku pasar masih menilai risiko eskalasi konflik belum sepenuhnya mereda.
Secara keseluruhan, harga emas disebut telah terkoreksi sekitar 14% sejak konflik mulai memanas pada akhir Februari. Lembaga World Gold Council menilai pemulihan harga emas kemungkinan membutuhkan waktu lebih panjang karena keseimbangan pasar energi global belum tentu langsung membaik meski konflik berhasil dihentikan dalam waktu dekat.
Pada perdagangan siang di Singapura, spot gold berada di sekitar US$4.526,80 per ons. Sementara itu, perak turun sekitar 2% ke level US$76,50 per ons, platinum dan palladium turut bergerak melemah, sedangkan indeks dolar Bloomberg sedikit menguat. Penguatan dolar AS biasanya membuat harga emas menjadi lebih berat karena diperdagangkan menggunakan denominasi mata uang dolar.
Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading emas, forex, maupun komoditas lainnya, PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya menyediakan fasilitas akun demo trading melalui Demo Account Trading EWF. Informasi lengkap mengenai produk dan profil perusahaan dapat diakses di PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mengikuti berita ekonomi dan market update lainnya melalui Newsmaker.id.
