0 0
Read Time:2 Minute, 13 Second

Harga minyak dunia kembali bergerak menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam lebih dari 7%. Pasar mulai kembali khawatir terhadap prospek kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz setelah muncul laporan serangan militer baru di wilayah Iran.

Minyak Brent diperdagangkan mendekati level US$98 per barel, sedangkan WTI berada di kisaran US$91 per barel. Penguatan ini terjadi karena pelaku pasar menilai risiko gangguan pasokan energi global masih cukup tinggi meskipun sebelumnya sempat muncul optimisme bahwa pembicaraan kedua negara menunjukkan perkembangan positif.

Untuk memperoleh update market harian, analisa harga minyak, emas, serta informasi edukasi trading lainnya, Anda dapat mengikuti akun resmi Instagram Equityworld Praxis Official dan melihat seluruh sosial media perusahaan melalui Linktree EWF Praxis.

Menurut laporan media internasional, militer AS disebut melakukan serangan terhadap lokasi peluncur rudal dan kapal yang diduga mencoba memasang ranjau di sekitar Selat Hormuz. Media semi-resmi Iran juga melaporkan adanya ledakan keras yang terdengar di sekitar kawasan pesisir Sirik dan Jask. Situasi tersebut kembali meningkatkan ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi pusat distribusi energi global.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat menyampaikan bahwa proses pembicaraan dengan Iran β€œberjalan dengan baik.” Pernyataan tersebut sempat menekan harga minyak karena pasar berharap jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat kembali dibuka dan risiko konflik mulai mereda. Namun ancaman serangan lanjutan apabila negosiasi gagal membuat pelaku pasar kembali berhati-hati.

Meski harga minyak sempat reli sepanjang Maret dan April, secara keseluruhan pasar energi masih menghadapi tekanan sepanjang Mei akibat ketidakpastian gencatan senjata dan belum jelasnya pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut diketahui menjadi akses utama sekitar seperlima perdagangan minyak dunia dan LNG, sehingga setiap perkembangan konflik di kawasan langsung mempengaruhi sentimen pasar global.

Sejumlah analis menilai masih terlalu dini untuk menganggap kesepakatan damai akan benar-benar tercapai dan dipatuhi kedua pihak. Pasar juga terus memantau berbagai isu lain yang berpotensi menghambat proses negosiasi, termasuk perbedaan pandangan mengenai pengelolaan jalur maritim Hormuz serta meningkatnya ketegangan di Lebanon setelah Israel menyatakan akan memperbesar serangan terhadap Hezbollah.

Pada perdagangan terbaru di Singapura, Brent kontrak Juli naik sekitar 1,6% ke level US$97,71 per barel, sedangkan WTI Juli berada di US$91,39 per barel. Karena pasar AS libur pada Senin, pergerakan harga hari ini dinilai lebih banyak dipengaruhi oleh penyesuaian risiko serta perkembangan terbaru terkait geopolitik Timur Tengah.

Bagi Anda yang ingin mempelajari peluang trading minyak, emas, forex, maupun komoditas lainnya, PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya menyediakan fasilitas akun demo trading yang dapat diakses melalui Demo Account Trading EWF. Informasi lengkap mengenai produk dan profil perusahaan tersedia di PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Berita ekonomi dan market update lainnya juga dapat dibaca melalui Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *