Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis (28/5) setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat akibat aksi saling serang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini memicu kekhawatiran baru mengenai pasokan energi global dan mengurangi optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai yang dapat mempercepat normalisasi aktivitas di Selat Hormuz. Pada sesi perdagangan pagi, minyak Brent naik 2,3% ke level US$96,42 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,2% ke US$90,52 per barel.
Sentimen pasar berubah setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap pangkalan udara Amerika Serikat di Kuwait sebagai respons atas serangan yang menargetkan Bandar Abbas, salah satu kota pelabuhan penting di Iran. Di sisi lain, Kuwait juga melaporkan adanya upaya serangan rudal dan drone yang berhasil dihadapi sistem pertahanan mereka. Rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa ketegangan di kawasan masih jauh dari kata selesai meskipun sebelumnya terdapat upaya diplomasi untuk mempertahankan gencatan senjata.
Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi terkini mengenai pasar energi, komoditas, dan peluang investasi global, kunjungi website PT Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Berbagai update pasar dan edukasi investasi juga dapat diakses melalui media sosial resmi perusahaan di https://linktr.ee/ewfprx.
Kenaikan harga minyak kali ini juga dipicu oleh perubahan ekspektasi pasar terhadap proses negosiasi antara Washington dan Teheran. Sebelumnya, sebagian investor mulai memperkirakan bahwa kesepakatan damai akan segera tercapai dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meragukan kemajuan pembicaraan tersebut membuat pasar kembali mempertimbangkan risiko yang ada. Trump bahkan menegaskan bahwa dirinya belum puas dengan rancangan kesepakatan yang saat ini sedang dibahas kedua pihak.
Meski sejumlah kapal mulai melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir, aktivitas pelayaran masih jauh di bawah kondisi normal sebelum konflik terjadi. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Oleh karena itu, setiap hambatan terhadap operasional selat tersebut dapat langsung memengaruhi keseimbangan pasokan global dan mendorong volatilitas harga energi di pasar internasional.
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada implementasi nyata dari proses pembukaan kembali Selat Hormuz dan perkembangan hubungan diplomatik antara AS dan Iran. Selama akses pelayaran belum sepenuhnya normal, pasar minyak diperkirakan akan tetap sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik yang muncul. Untuk mencoba simulasi trading menggunakan dana virtual, Anda dapat mengakses akun demo melalui https://demo.ew-futures.com/login. Jangan lupa mengikuti update pasar terbaru melalui Instagram resmi https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official serta membaca berita ekonomi dan investasi terkini di https://www.newsmaker.id.
