Harga perak (XAG/USD) menunjukkan upaya pemulihan pada sesi perdagangan Eropa Kamis (28/5) setelah sebelumnya tertekan hingga menyentuh level terendah dalam empat pekan terakhir. Logam mulia tersebut bergerak di kisaran US$73,3 hingga US$73,5 per troy ounce, setelah sempat turun ke area US$71,8 pada perdagangan intraday. Meski demikian, pergerakan naik ini masih dinilai terbatas karena belum didukung oleh perubahan fundamental yang cukup kuat.
Sentimen pasar masih dibayangi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah terjadinya aksi saling serang, sementara Teheran mengkritik keras operasi yang terjadi di sekitar Selat Hormuz. Kawasan tersebut merupakan jalur strategis yang sangat penting bagi distribusi energi dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi global.
Bagi investor yang ingin mengikuti perkembangan pasar komoditas, analisis ekonomi, dan peluang investasi terkini, kunjungi website PT Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Informasi terbaru mengenai kegiatan perusahaan dan edukasi pasar juga dapat diakses melalui media sosial resmi di https://linktr.ee/ewfprx.
Secara historis, meningkatnya risiko geopolitik cenderung mendukung permintaan terhadap aset safe haven seperti logam mulia. Namun dalam kondisi saat ini, perak menghadapi tantangan dari ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih relatif ketat. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi, sehingga pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga.
Data terbaru yang tercermin dalam CME FedWatch menunjukkan peluang Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada level saat ini masih cukup besar, sementara sebagian pelaku pasar bahkan mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan. Perubahan ekspektasi tersebut menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan perak karena suku bunga tinggi umumnya meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Selanjutnya, perhatian investor akan tertuju pada rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang menjadi indikator inflasi favorit Federal Reserve. Hasil data tersebut berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter dan menentukan pergerakan harga perak dalam jangka pendek. Untuk mencoba simulasi trading menggunakan dana virtual, Anda dapat mengakses akun demo melalui https://demo.ew-futures.com/login. Jangan lupa mengikuti update pasar terbaru melalui Instagram resmi https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official serta membaca berita ekonomi dan investasi terkini di https://www.newsmaker.id.
