0 0
Read Time:2 Minute, 2 Second

Harga emas (XAU/USD) bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat sesi Asia dengan bertahan di sekitar level psikologis US$4.500 per troy ounce. Sebelumnya, logam mulia ini sempat memantul dari area US$4.366–US$4.367 yang menjadi titik terendah sejak akhir Maret. Namun, penguatan tersebut belum mampu berlanjut karena pelaku pasar masih memilih bersikap hati-hati sambil menunggu perkembangan terbaru terkait negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Sentimen pasar sempat membaik setelah muncul laporan yang menyebut kedua negara telah mencapai rancangan awal kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sekaligus membuka pembahasan mengenai program nuklir Iran. Harapan terhadap meredanya ketegangan geopolitik turut mengurangi kekhawatiran atas gangguan pasokan energi global, terutama yang berkaitan dengan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Kondisi ini juga membantu menekan harga minyak sehingga risiko inflasi akibat kenaikan energi dinilai mulai berkurang.

Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai pergerakan pasar global, analisis komoditas, serta layanan investasi berjangka, kunjungi website PT Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Berbagai informasi edukatif dan update aktivitas perusahaan juga dapat diakses melalui media sosial resmi di https://linktr.ee/ewfprx.

Meski demikian, pasar masih memandang proses negosiasi tersebut dengan penuh kehati-hatian. Kesepakatan yang beredar saat ini masih membutuhkan persetujuan final dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Selain itu, sejumlah isu penting seperti program nuklir Iran dan pengaturan operasional Selat Hormuz masih menjadi titik perbedaan yang berpotensi menghambat tercapainya solusi permanen. Ketidakpastian inilah yang membuat pergerakan dolar AS tetap cukup stabil dan membatasi ruang kenaikan harga emas.

Dari sisi ekonomi, perhatian investor juga tertuju pada data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan tekanan harga masih cukup tinggi. Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) dilaporkan meningkat dibandingkan periode sebelumnya, sementara inflasi inti tetap berada di atas target jangka panjang Federal Reserve. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan peluang kenaikan suku bunga tambahan masih tetap diperhitungkan oleh sebagian pelaku pasar.

Ke depan, arah pergerakan emas diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi AS-Iran, kondisi operasional Selat Hormuz, serta data ekonomi Amerika Serikat yang berkaitan dengan inflasi dan kebijakan moneter. Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading tanpa risiko menggunakan dana virtual, akun demo dapat diakses melalui https://demo.ew-futures.com/login. Jangan lupa mengikuti update pasar terbaru melalui Instagram resmi https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official serta membaca berita ekonomi dan investasi terkini di https://www.newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *