0 0
Read Time:1 Minute, 55 Second

Harga emas kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin (1/6) seiring meningkatnya ketidakpastian terkait upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global dan dampaknya terhadap inflasi masih menjadi perhatian utama investor, meskipun logam mulia yang biasanya berperan sebagai aset safe haven belum mampu menarik minat beli yang signifikan.

Pada perdagangan siang waktu Amerika Serikat, harga emas spot tercatat turun sekitar 1,7% ke level US$4.462,54 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas mengalami penurunan yang lebih besar, yakni sekitar 2,3% ke level US$4.487,80 per ons. Pelemahan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih bersikap hati-hati terhadap perkembangan geopolitik dan arah kebijakan ekonomi global.

Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai pergerakan pasar komoditas, analisis ekonomi global, dan peluang investasi, kunjungi website PT Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Berbagai edukasi dan update pasar harian juga dapat diakses melalui media sosial resmi perusahaan di https://linktr.ee/ewfprx.

Sentimen pasar semakin tertekan setelah muncul laporan bahwa proses komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat melalui mediator mengalami hambatan. Selain itu, Iran kembali menegaskan rencananya untuk menutup Selat Hormuz dan mengalihkan fokus ke jalur pelayaran alternatif seperti Bab El-Mandeb. Kedua jalur tersebut memiliki peran strategis dalam perdagangan energi global sehingga setiap potensi gangguan dapat memengaruhi harga minyak dan meningkatkan risiko inflasi di berbagai negara.

Ketegangan di kawasan juga meningkat setelah aksi militer yang melibatkan kedua negara dalam beberapa hari terakhir. Serangan terhadap fasilitas strategis dan aksi balasan yang terjadi menambah ketidakpastian bagi pasar keuangan global. Situasi ini membuat investor terus memantau perkembangan geopolitik secara ketat karena dapat memengaruhi sentimen risiko, pergerakan dolar AS, hingga arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia.

Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada perkembangan diplomasi Timur Tengah, stabilitas jalur distribusi energi global, serta pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang turut memengaruhi daya tarik emas. Selama ketidakpastian masih tinggi, volatilitas di pasar logam mulia diperkirakan tetap berlanjut. Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading menggunakan dana virtual, akun demo dapat diakses melalui https://demo.ew-futures.com/login. Jangan lupa mengikuti update pasar terbaru melalui Instagram resmi https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official serta membaca berita ekonomi dan investasi terkini di https://www.newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *