Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Senin (1/6) setelah muncul laporan bahwa Iran menghentikan pertukaran dokumen dan komunikasi dengan Amerika Serikat terkait perkembangan konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut langsung memicu kekhawatiran pasar terhadap prospek negosiasi damai dan potensi gangguan pasokan energi global, terutama yang berkaitan dengan aktivitas di Selat Hormuz.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik lebih dari 5% dan diperdagangkan mendekati level US$93 per barel. Sementara itu, minyak Brent sebagai acuan global bergerak di sekitar US$96,10 per barel. Kenaikan harga ini mencerminkan meningkatnya premi risiko geopolitik yang kembali diperhitungkan oleh pelaku pasar setelah sempat mereda dalam beberapa pekan terakhir.
Untuk memperoleh informasi terbaru mengenai pergerakan pasar energi, komoditas global, serta peluang investasi berjangka, kunjungi website PT Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Anda juga dapat mengikuti berbagai update pasar dan edukasi investasi melalui media sosial resmi perusahaan di https://linktr.ee/ewfprx.
Menurut laporan yang beredar, tim negosiasi Iran memutuskan untuk menunda komunikasi dan pertukaran dokumen melalui mediator karena menilai Amerika Serikat memberikan sinyal yang tidak konsisten selama proses negosiasi. Meski demikian, pemerintah Iran tetap menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan dialog dengan Washington, meskipun dengan tingkat kepercayaan yang lebih rendah dibanding sebelumnya. Situasi ini menambah ketidakpastian terhadap peluang tercapainya kesepakatan yang dapat meredakan konflik di kawasan.
Pasar juga semakin khawatir setelah meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi penghubung sekitar 20% pasokan energi dunia. Bentrokan yang melibatkan pasukan Amerika Serikat dan Iran di kawasan tersebut meningkatkan risiko gangguan distribusi minyak global. Akibatnya, investor kembali memperhitungkan kemungkinan lonjakan harga energi yang dapat memicu tekanan inflasi di berbagai negara.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran serta kondisi keamanan di Selat Hormuz. Setiap perubahan dalam proses negosiasi maupun eskalasi konflik berpotensi memicu pergerakan harga minyak yang signifikan. Bagi Anda yang ingin mencoba simulasi trading menggunakan dana virtual, akun demo dapat diakses melalui https://demo.ew-futures.com/login. Jangan lupa mengikuti update pasar terbaru melalui Instagram resmi https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official serta membaca berita ekonomi dan investasi terkini di https://www.newsmaker.id.
