Harga emas kembali menguat pada perdagangan Kamis setelah muncul harapan baru dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Logam mulia tersebut sempat melonjak hampir 1% dan menembus level US$4.475 per ons, berbalik arah dari pelemahan pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi ketika investor kembali memanfaatkan harga yang lebih rendah untuk melakukan pembelian, menyusul kabar tercapainya kesepakatan gencatan senjata bersyarat antara Israel dan Lebanon.
Bagi Anda yang ingin mengikuti perkembangan pasar global, informasi seputar perdagangan berjangka, serta profil perusahaan, kunjungi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Anda juga dapat memperoleh berbagai update terbaru melalui media sosial resmi perusahaan di https://linktr.ee/ewfprx.
Kesepakatan yang diumumkan oleh Israel, Lebanon, dan Amerika Serikat tersebut mensyaratkan penghentian penuh aksi tembak-menembak dari kelompok Hezbollah yang didukung Iran. Langkah ini dipandang sebagai upaya penting untuk menjaga jalur diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran tetap terbuka setelah meningkatnya ketegangan kawasan yang sempat melibatkan negara-negara Teluk seperti Kuwait dan Bahrain. Sentimen tersebut memberikan dorongan positif bagi pasar keuangan, termasuk emas yang kembali menarik minat investor sebagai aset lindung nilai.
Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi pasar. Upaya memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz masih menghadapi berbagai hambatan. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa jalur tersebut dapat kembali beroperasi setelah tercapainya kesepakatan resmi dengan Iran, namun hingga kini masih terdapat sejumlah syarat yang belum disetujui oleh Teheran. Selama gangguan distribusi energi global belum sepenuhnya teratasi, risiko inflasi diperkirakan tetap tinggi dan dapat memengaruhi kebijakan moneter bank sentral dunia.
Ingin mencoba fitur transaksi dan memahami mekanisme perdagangan tanpa menggunakan dana riil? Anda dapat mengakses akun demo melalui https://demo.ew-futures.com/login. Selain itu, ikuti juga perkembangan pasar dan edukasi investasi terbaru melalui Instagram resmi di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.
Dari sisi fundamental, pergerakan emas masih menghadapi tantangan. Meskipun berhasil menguat dalam jangka pendek, harga emas masih berada sekitar 15% di bawah level sebelum konflik Timur Tengah memanas pada akhir Februari. Koreksi harga minyak setelah kabar gencatan senjata memang membantu meredakan tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi, namun belum cukup kuat untuk mengubah tren secara signifikan.
Pelaku pasar juga masih mencermati sikap The Federal Reserve terkait inflasi. Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, Lorie Logan, menyampaikan bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin dilakukan apabila inflasi belum kembali ke target 2%. Kondisi ini membuat ruang kenaikan emas relatif terbatas karena suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas. Pada perdagangan Asia, emas spot tercatat naik 0,6% ke US$4.460,20 per ons, sementara perak, platinum, dan palladium juga bergerak menguat. Untuk mendapatkan berita pasar dan analisis ekonomi terkini lainnya, kunjungi https://www.newsmaker.id.
