Harga perak (XAG/USD) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Jumat (5/6), turun sekitar 6,7% hingga diperdagangkan di kisaran US$68,90 per ons. Pelemahan ini terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan pasar, sehingga mendorong penguatan dolar AS dan mengurangi daya tarik logam mulia.
Laporan terbaru dari pasar tenaga kerja AS menunjukkan penambahan 172 ribu lapangan kerja pada Mei, jauh melampaui ekspektasi yang hanya sekitar 85 ribu pekerjaan baru. Selain itu, data bulan sebelumnya direvisi lebih tinggi menjadi 179 ribu. Sementara tingkat pengangguran tetap bertahan di level 4,3%, pertumbuhan upah tahunan sedikit melambat menjadi 3,4% dari sebelumnya 3,6%.
Untuk memperoleh informasi terkini seputar pasar global, komoditas, dan peluang investasi, ikuti berbagai kanal resmi kami melalui https://linktr.ee/ewfprx atau kunjungi Instagram resmi kami di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.
Kombinasi antara pasar tenaga kerja yang masih kuat dan tekanan upah yang mulai mereda membuat pelaku pasar kembali mengevaluasi prospek kebijakan moneter Federal Reserve. Berdasarkan proyeksi terbaru, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September mengalami peningkatan, sementara kemungkinan adanya setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun juga semakin besar.
Penguatan ekspektasi suku bunga tersebut turut mengangkat nilai tukar dolar AS. Indeks dolar (DXY) kembali bergerak mendekati level 99,80. Kondisi ini menjadi tantangan bagi harga perak karena logam mulia yang diperdagangkan dalam dolar AS cenderung menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga dapat mengurangi permintaan global.
Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh produk investasi dan layanan perdagangan berjangka, kunjungi website resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui akun demo gratis di https://demo.ew-futures.com/login untuk memahami mekanisme transaksi sebelum terjun ke pasar secara langsung.
Di tengah tekanan dari data ekonomi AS, pasar masih mencermati perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu faktor pendukung permintaan aset safe-haven. Namun pada sesi perdagangan kali ini, pengaruh data tenaga kerja dan perubahan ekspektasi suku bunga jauh lebih dominan dibandingkan sentimen geopolitik.
Selain itu, pelemahan harga perak juga dipicu aksi ambil untung setelah sebelumnya logam ini berhasil mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan volatilitas yang masih tinggi, pergerakan perak ke depan diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh arah dolar AS, pergerakan imbal hasil obligasi, serta ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan Federal Reserve. Untuk membaca berita ekonomi dan pasar keuangan terbaru lainnya, kunjungi https://www.newsmaker.id.
