Harga minyak dunia mencatat kenaikan tajam pada perdagangan Senin (8/6/2026) setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan terbaru Israel terhadap sejumlah fasilitas di Iran, yang terjadi setelah operasi militer di Lebanon sehari sebelumnya, kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global dan mendorong investor mencari perlindungan dari risiko yang meningkat.
Untuk memperoleh informasi terkini seputar pasar global, edukasi investasi, dan perkembangan perdagangan berjangka, kunjungi media sosial resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya melalui https://linktr.ee/ewfprx atau ikuti Instagram resmi di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official agar tidak ketinggalan update terbaru.
Dalam perdagangan terbaru, minyak mentah Brent naik sekitar 4,47% menjadi US$97,15 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 4,50% ke level US$94,61 per barel. Penguatan tersebut dipicu laporan serangan terhadap fasilitas petrokimia di wilayah barat daya Iran dan sejumlah target militer lainnya, meskipun pemerintah Iran menyatakan kerusakan yang terjadi masih terbatas dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Lonjakan harga ini sekaligus membalikkan pelemahan yang terjadi pada akhir pekan sebelumnya ketika pasar sempat berharap adanya de-eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kini perhatian investor kembali tertuju pada keamanan jalur distribusi energi, khususnya Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur pelayaran terpenting bagi distribusi minyak dan gas alam cair dunia. Risiko gangguan di kawasan tersebut dapat memicu volatilitas harga energi dalam jangka pendek.
Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh layanan perdagangan berjangka dan berbagai produk investasi dari PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya, silakan mengunjungi https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Anda juga dapat mencoba simulasi transaksi melalui akun demo di https://demo.ew-futures.com/login untuk merasakan pengalaman trading sebelum berinvestasi secara langsung.
Sejak konflik memanas pada akhir Februari 2026, harga minyak tercatat telah meningkat hampir 60%, meskipun masih berada di bawah puncak harga yang sempat menyentuh hampir US$120 per barel pada Maret lalu. Di tengah meningkatnya eskalasi militer, Presiden Donald Trump masih menyampaikan optimisme bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai tetap terbuka. Namun selama ketidakpastian geopolitik masih berlangsung, pasar energi diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif. Untuk membaca berita ekonomi dan analisis pasar lainnya, kunjungi https://www.newsmaker.id yang menyajikan informasi finansial terbaru setiap harinya.
