0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

Harga perak mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Selasa (9/6) dengan turun lebih dari 4% hingga berada di bawah level US$66 per ons. Pelemahan ini membawa harga kembali ke kisaran yang terakhir terlihat pada Desember 2025, seiring meningkatnya kehati-hatian investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan moneter berikutnya.

Ikuti perkembangan pasar keuangan, edukasi investasi, dan informasi terbaru dari dunia perdagangan berjangka melalui media sosial resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://linktr.ee/ewfprx atau dapatkan update harian melalui Instagram resmi https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada Rabu. Inflasi diperkirakan meningkat menjadi 4,2% secara tahunan (YoY) pada Mei, didorong oleh kenaikan harga energi. Apabila realisasi inflasi sesuai atau bahkan melampaui ekspektasi pasar, tekanan terhadap aset logam mulia seperti perak diperkirakan dapat berlanjut karena meningkatnya peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Sentimen negatif juga diperkuat oleh data ketenagakerjaan AS yang dirilis pekan sebelumnya. Penambahan sekitar 172.000 lapangan kerja baru menunjukkan kondisi ekonomi yang masih solid, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 70%, yang menjadi faktor penekan bagi harga perak.

Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh layanan dan produk investasi dari PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya, silakan mengunjungi https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Anda juga dapat mencoba pengalaman trading menggunakan akun simulasi melalui https://demo.ew-futures.com/login sebelum melakukan transaksi di pasar sesungguhnya.

Di tengah tekanan tersebut, perkembangan geopolitik masih menjadi faktor yang terus dipantau investor. Sinyal meredanya ketegangan antara Iran dan Israel sempat mengurangi kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga energi. Namun, ketidakpastian mengenai keberlanjutan proses de-eskalasi membuat sentimen pasar tetap rentan berubah sewaktu-waktu. Untuk mendapatkan berita ekonomi, analisis pasar, dan informasi investasi terbaru lainnya, kunjungi https://www.newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *