0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Persediaan minyak mentah Amerika Serikat kembali mengalami penurunan tajam pada pekan yang berakhir 5 Juni 2026. Data terbaru menunjukkan stok minyak berkurang sekitar 7,228 juta barel, jauh lebih besar dibandingkan perkiraan analis yang hanya memperkirakan penurunan sekitar 4 juta barel. Sementara itu, stok di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, juga turun sekitar 801 ribu barel, memperpanjang tren penurunan yang telah berlangsung selama tujuh pekan berturut-turut.

Bagi Anda yang ingin mengikuti perkembangan pasar energi, komoditas, dan investasi secara berkala, kunjungi media sosial resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya melalui https://linktr.ee/ewfprx atau dapatkan informasi terbaru melalui Instagram resmi di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.

Di tengah penurunan persediaan minyak mentah, aktivitas kilang di Amerika Serikat justru mengalami peningkatan dengan tambahan pengolahan sekitar 81 ribu barel per hari. Kondisi ini menunjukkan permintaan terhadap pengolahan minyak masih cukup tinggi. Namun, di sisi lain, stok bensin bertambah sekitar 186 ribu barel dan persediaan distilat seperti diesel serta heating oil juga meningkat sekitar 200 ribu barel, mencerminkan dinamika permintaan bahan bakar olahan yang masih beragam di pasar domestik.

Pasokan minyak juga mendapat tambahan dari meningkatnya impor minyak mentah Amerika Serikat sebesar sekitar 525 ribu barel per hari. Meskipun demikian, kombinasi penurunan stok minyak mentah, tingginya aktivitas kilang, dan kondisi geopolitik yang memanas di Timur Tengah membuat pasar energi global tetap berada dalam kondisi yang sensitif. Risiko gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk investasi dari PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya, silakan kunjungi https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Anda juga dapat mencoba simulasi transaksi melalui akun demo di https://demo.ew-futures.com/login sebagai sarana belajar memahami mekanisme perdagangan berjangka.

Sejumlah analis menilai penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat dapat menjadi faktor pendukung harga minyak dunia dalam jangka pendek, terutama apabila ketegangan geopolitik kembali meningkat. Harga minyak Brent yang masih bergerak di kisaran US$92 per barel diperkirakan akan tetap sensitif terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah serta kondisi pasokan global. Untuk memperoleh berita ekonomi dan analisis pasar terkini lainnya, kunjungi https://www.newsmaker.id yang menyajikan berbagai informasi finansial setiap hari.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *