0 0
Read Time:2 Minute, 17 Second

Harga emas mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (24/2) setelah sebelumnya mencatat reli selama empat sesi berturut-turut dan sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan terakhir. Pelemahan ini dipicu aksi ambil untung dari pelaku pasar, sementara dolar Amerika Serikat kembali menguat di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait kebijakan tarif perdagangan AS.

Pada sesi perdagangan siang, harga spot gold tercatat turun sekitar 1,6% ke level US$5.141,87 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas AS melemah 1,3% menjadi US$5.159,06 per ons. Koreksi tersebut terjadi setelah penguatan tajam sehari sebelumnya yang didorong tingginya permintaan aset safe haven akibat ketidakjelasan arah kebijakan perdagangan global.

Penguatan indeks dolar AS sekitar 0,3% menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain sehingga permintaan jangka pendek cenderung melambat. Meski demikian, pasar masih melihat emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah kondisi global yang belum stabil.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai peluang investasi dan layanan trading komoditas, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba pengalaman transaksi melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar secara langsung.

Fokus investor kini kembali tertuju pada perkembangan kebijakan tarif AS. Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian tarif besar sebelumnya, pemerintah AS kembali mengumumkan rencana tarif baru hingga 15%. Presiden Donald Trump juga memperingatkan bahwa negara-negara yang dianggap tidak mematuhi kesepakatan dagang berpotensi menghadapi tarif lebih tinggi. Situasi ini memperkuat persepsi bahwa kebijakan perdagangan global masih berpotensi berubah dengan cepat dan memicu volatilitas pasar.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor pendukung bagi permintaan emas. Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan nuklir di Jenewa pada Kamis mendatang, sementara kondisi keamanan kawasan masih dinilai rawan. Ketidakpastian tersebut membuat pasar logam mulia tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik global.

Berbeda dengan emas, harga perak justru bergerak menguat sekitar 0,8% ke level US$87,34 per ons dan memperpanjang tren kenaikan dalam beberapa sesi terakhir. Pergerakan yang berbeda antara emas dan perak menunjukkan investor saat ini lebih selektif dalam memilih aset logam mulia berdasarkan sentimen dan aliran spekulatif masing-masing pasar.

Ikuti update market harian, edukasi trading, serta berita ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official dan jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial dan berita pasar lainnya juga dapat diakses melalui Newsmaker.id.

Sejumlah lembaga keuangan global, termasuk UBS, masih mempertahankan prospek positif terhadap emas dalam jangka menengah. UBS memperkirakan harga emas berpotensi mencapai US$6.200 per ons dalam beberapa bulan ke depan, didukung oleh tingginya risiko geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve yang berpotensi menekan dolar AS dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *