0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Jumat (12/6) dan berpeluang mencatat penurunan mingguan untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Sentimen utama yang membebani logam mulia berasal dari meningkatnya ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat akan tetap berada di level tinggi, menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Bagi Anda yang ingin mengikuti perkembangan pasar keuangan global, analisis komoditas, dan edukasi investasi terkini, kunjungi media sosial resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya melalui https://linktr.ee/ewfprx atau ikuti akun Instagram resmi di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official untuk memperoleh informasi terbaru setiap hari.

Pada sesi perdagangan terbaru, harga emas spot tercatat turun sekitar 0,2% ke level US$4.205,39 per ounce, sehingga secara akumulatif telah melemah sekitar 2,9% sepanjang pekan ini. Di sisi lain, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus justru menguat ke posisi US$4.226,10 per ounce, menunjukkan masih adanya aktivitas lindung nilai di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter.

Tekanan terhadap emas muncul karena pelaku pasar masih memperkirakan inflasi di Amerika Serikat akan bertahan pada level yang relatif tinggi. Meski harga minyak mulai mereda setelah muncul harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, investor belum sepenuhnya yakin tekanan inflasi akan segera berkurang. Kondisi tersebut membuat ekspektasi suku bunga tinggi tetap bertahan dan mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk investasi dari PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya, silakan kunjungi https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui akun demo di https://demo.ew-futures.com/login sebagai sarana belajar sebelum memasuki perdagangan di pasar sesungguhnya.

Data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis sepanjang pekan ini juga memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Pelaku pasar kini menantikan hasil rapat bank sentral pada 16–17 Juni untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga selanjutnya. Selain emas, harga perak dan platinum juga mengalami pelemahan, sementara palladium justru menunjukkan penguatan. Pergerakan logam mulia dalam jangka pendek diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan inflasi AS, kebijakan The Fed, serta dinamika hubungan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Untuk mendapatkan berita ekonomi dan analisis pasar terbaru lainnya, kunjungi https://www.newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *