0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Harga emas dunia kembali mencatat penguatan pada perdagangan Selasa (16/6) setelah pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Sentimen positif tersebut muncul בעקבות tercapainya kesepakatan perdamaian sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang turut menekan harga minyak dunia serta meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Emas spot naik sekitar 0,8% ke level US$4.338,97 per ons setelah sempat mencapai posisi tertinggi sejak awal Juni. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga ditutup menguat di level US$4.354,40 per ons. Pergerakan ini menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap logam mulia setelah prospek kebijakan moneter AS dinilai lebih longgar dibandingkan sebelumnya. Untuk mendapatkan informasi dan edukasi seputar pasar keuangan, kunjungi media sosial resmi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya melalui https://linktr.ee/ewfprx.

Kesepakatan sementara yang diumumkan pemerintah AS dipandang mampu meredakan ketegangan geopolitik sekaligus membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia. Dampaknya, harga minyak Brent turun ke bawah US$80 per barel setelah mengalami pelemahan signifikan, sehingga membantu menurunkan tekanan inflasi dari sektor energi dan mengurangi potensi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

Turunnya harga energi membuat pasar mulai menyesuaikan proyeksi terhadap langkah Federal Reserve. Berdasarkan ekspektasi terbaru, peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun mengalami penurunan sehingga memberikan dukungan tambahan bagi emas sebagai aset non-yielding yang umumnya diuntungkan ketika suku bunga dan imbal hasil obligasi bergerak lebih rendah. Informasi mengenai produk investasi dan profil PT Equityworld Futures Praxis Surabaya dapat diakses melalui https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis.

Sebelumnya, harga emas sempat mengalami tekanan akibat lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memicu spekulasi suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Namun, perubahan kondisi geopolitik dan membaiknya prospek inflasi membuat investor kembali melirik emas sebagai salah satu instrumen lindung nilai yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pelaku pasar kini menantikan hasil pertemuan Federal Reserve serta keputusan sejumlah bank sentral utama lainnya yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan logam mulia dalam jangka pendek. Selain emas, harga perak, platinum, dan palladium juga mencatat kenaikan yang menunjukkan sentimen positif di pasar komoditas. Ikuti berita ekonomi dan analisis pasar terbaru di https://www.newsmaker.id atau dapatkan update harian melalui Instagram resmi https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *