Harga perak bergerak dalam kisaran terbatas pada sesi perdagangan Eropa Rabu (17/6) seiring sikap hati-hati investor menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve. Logam mulia tersebut diperdagangkan di sekitar level US$69,73 hingga US$70,24 per ons setelah sebelumnya sempat bertahan di area psikologis US$70 per ons, mencerminkan pasar yang masih menunggu katalis baru.
Sentimen terhadap perak masih didukung oleh harapan tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang diperkirakan akan membuka kembali jalur distribusi energi melalui Teluk Persia. Jika implementasi kesepakatan berjalan lancar, pasokan minyak global berpotensi meningkat sehingga mampu menekan harga energi dan mengurangi tekanan inflasi. Untuk memperoleh informasi pasar dan edukasi investasi terbaru, kunjungi media sosial resmi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://linktr.ee/ewfprx.
Penurunan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang memberikan dukungan terhadap logam mulia. Harga Brent yang sempat turun di bawah US$80 per barel memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi dari sektor energi dapat mereda. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga, sehingga aset non-yielding seperti perak menjadi lebih menarik bagi investor.
Meski demikian, ruang penguatan perak masih terbatas karena pelaku pasar menantikan arah kebijakan Federal Reserve. Investor tidak hanya memperhatikan keputusan suku bunga, tetapi juga pernyataan Ketua The Fed mengenai prospek inflasi dan kemungkinan perubahan kebijakan moneter ke depan. Informasi mengenai layanan investasi dan profil PT Equityworld Futures Praxis Surabaya dapat diakses melalui https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis.
Selain kebijakan The Fed, keputusan bank sentral lainnya juga menjadi perhatian pasar. Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga acuannya, sementara Bank of Japan kembali menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Perbedaan arah kebijakan tersebut membuat investor semakin selektif dalam menentukan strategi investasi di pasar global.
Ke depan, pergerakan harga perak diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh hasil pertemuan FOMC, arah dolar AS, pergerakan imbal hasil obligasi, serta perkembangan pembukaan kembali Selat Hormuz. Selama belum ada kepastian mengenai kebijakan moneter maupun kondisi geopolitik, harga perak berpotensi bergerak dalam rentang terbatas di sekitar level US$70 per ons. Ikuti berita ekonomi dan analisis pasar terbaru di https://www.newsmaker.id serta update harian melalui Instagram resmi https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.
