
Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas untuk akhir tahun 2026 sebesar US$500 per ons menjadi US$4.900 per ons. Revisi tersebut dilakukan setelah bank investasi itu memperkirakan Federal Reserve tidak akan melakukan pemangkasan suku bunga sepanjang tahun depan. Meski targetnya lebih rendah dari estimasi sebelumnya, analis Goldman masih menilai harga emas berpotensi menguat pada paruh kedua tahun ini.
Bagi Anda yang ingin mengikuti perkembangan pasar dan berbagai informasi seputar investasi serta trading, kunjungi media sosial resmi kami melalui https://linktr.ee/ewfprx untuk mendapatkan update terbaru.
Dalam laporan terbarunya, analis Lina Thomas dan Daan Struyven menyebut prospek jangka panjang emas masih cukup menjanjikan. Namun, secara taktis mereka menilai logam mulia tersebut menghadapi risiko penurunan dalam jangka pendek sebelum kembali memiliki peluang menguat pada periode berikutnya.
Tekanan terhadap harga emas juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan kebijakan moneter Amerika Serikat. Kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah sempat memicu ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi. Di sisi lain, Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya, sementara para pembuat kebijakan masih membuka peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat untuk menjaga stabilitas inflasi.
Ingin mengetahui lebih banyak mengenai layanan dan produk investasi yang tersedia? Kunjungi website PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis untuk informasi lengkap mengenai profil perusahaan dan berbagai fasilitas yang ditawarkan.
Selain perubahan proyeksi suku bunga, Goldman Sachs juga menyesuaikan perkiraan arus masuk dana ke ETF emas yang dinilai akan lebih rendah dibanding ekspektasi sebelumnya. Bank tersebut kini memperkirakan pemangkasan suku bunga AS baru akan terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun depan, sehingga mengurangi dorongan positif bagi harga emas dalam jangka pendek.
Meski demikian, permintaan dari bank sentral berbagai negara diperkirakan tetap menjadi faktor penopang harga emas. Pembelian emas oleh bank sentral diproyeksikan mencapai sekitar 50 ton per bulan sepanjang tahun ini sebelum melambat menjadi 40 ton per bulan pada tahun depan. Saat ini harga emas diperdagangkan di kisaran US$4.168 per ons, setelah sebelumnya sempat mencetak rekor mendekati US$5.600 per ons pada awal tahun sebelum mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir.
