0 0
Read Time:1 Minute, 38 Second

Harga minyak dunia bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat seiring pelaku pasar terus memantau perkembangan implementasi kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada proses normalisasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia.

Ikuti berbagai informasi terkini mengenai pergerakan pasar global dan edukasi seputar trading melalui media sosial resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official agar tidak ketinggalan update terbaru.

Pada sesi perdagangan tersebut, kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus terkoreksi 0,45% menjadi US$79,49 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun 0,31% ke level US$76,36 per barel. Pergerakan harga yang cenderung terbatas menunjukkan pasar masih menunggu kepastian mengenai kondisi geopolitik dan kelancaran distribusi minyak global.

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengungkapkan bahwa lebih dari 12 juta barel minyak berhasil melewati Selat Hormuz dalam semalam tanpa adanya gangguan keamanan. Menurutnya, Iran kembali memenuhi komitmennya dengan tidak melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas, sehingga memberikan sentimen positif bagi stabilitas pasokan energi dunia.

Bagi Anda yang ingin mencoba pengalaman trading secara langsung melalui simulasi pasar, manfaatkan fasilitas akun demo gratis di https://demo.ew-futures.com/login dan pelajari berbagai fitur yang tersedia.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal OPEC, Haitham Al Ghais, menegaskan bahwa organisasi tersebut masih optimistis terhadap prospek permintaan minyak global dan tidak melihat konsumsi energi akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat. OPEC juga menepis proyeksi surplus pasokan yang sebelumnya disampaikan oleh International Energy Agency (IEA), dengan menekankan bahwa penilaian mereka didasarkan pada kondisi fundamental pasar yang aktual.

Analis pasar dari Axi, Tiago Lacerda, memperkirakan harga minyak masih akan bergerak di kisaran US$75 hingga US$82 per barel dalam jangka pendek. Meski konflik geopolitik mulai mereda, proses pemulihan jalur pelayaran internasional belum sepenuhnya normal dan biaya asuransi kapal masih relatif tinggi. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap berhati-hati sambil menunggu normalisasi distribusi minyak berlangsung lebih cepat.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *