Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait LPS Targetkan Masyarakat Tanpa Rekening Bank Turun Jadi 13 Juta Orang yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Acara tersebut digelar bersama institusi. Selain itu, lembaga keuangan lainnya yang memiliki tujuan yang sama..
Jadi tahun ini nanti akan kita ukur akhir tahun harusnya turun menjadi tiga belas juta yang tidak punya (rekening),” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (24/enam/2026)..
Sebagai upaya tercapainya seluruh masyarakat Nusantara dapat terakses jasa keuangan bank, maka Target penurunan masyarakat unbank tersebut sesuai dengan arahan kepala negara RI Prabowo Subianto yang meminta,.
Dalam perkembangannya, pasca Penurunan terbesar terjadi pada kelompok usia produktif lima belas-69 tahun, yang jumlahnya menyusut dari 23,lima juta orang pada 2023 menjadi delapan belas,dua juta orang pada 2024, adalah turun lagi menjadi lima belas,tiga juta orang pada 2025., kemudian Berikutnya.
Dalam perkembangannya, jakarta, EWF Praxis – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti masih tingginya jumlah penduduk yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan (unbanked) di Nusantara.
Sebagaimana diberitakan, pengunjung yang datang didominasi oleh pelajar SMA. Selain itu, mahasiswa.
Selain itu, sekitar enam belas% penduduk usia produktif lima belas-70 tahun di daerah tersebut masih belum memiliki akses terhadap layanan perbankan..
Sementara itu, Pulau Jawa mencatat persentase penduduk unbanked sebesar sembilan belas,21%, Pulau Sumatera delapan belas,27%,. Selain itu, Pulau Dewata-Nusa Tenggara (Balinusra) menjadi wilayah dengan tingkat unbanked terendah yakni tiga belas,27%..
Hal itu dinilai selaras dengan tujuan LPS yang menyasar masyarakat usia produktif..
Dengan tujuan melakukan edukasi pendidikan kepada masyarakat di sektor keuangan., dilakukan Ia memandang, Jogja merupakan kota yang sangat inklusif termasuk.
Dari hasil penelusuran, meskipun demikian, sekitar dua puluh% rekening yang ada masih berstatus tidak aktif sementara DIY, ditambah lagi dengan mencatat surplus dana perbankan sebesar Rp31 ,empat triliun,.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyatakan, masyarakat yang tak memiliki akses jasa keuangan bank (unbanked) tahun ini turun jadi tiga belas juta orang..
Berdasarkan data yang dipaparkan oleh LPS, kondisi sektor keuangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2025 menunjukkan sejumlah dinamika.
Dengan tujuan mengurangi yang namanya unbanked, Pak penduduk yang tidak memiliki rekening, Pak, dilakukan “Setiap tahun kami punya target.
Dari hasil penelusuran, setiap tahun target kami adalah mengurangi dua juta unbanked, Pak.
Dalam perkembangannya, dalam acara perhelatan tersebut, pengunjung yang datang mencapai lebih dari sebelas ribu orang.
Di sisi lain, jumlah penabung dengan saldo di atas dana Rp5 miliar meningkat tiga%. Berbeda dengan Proporsi penabung dengan saldo di bawah dana Rp100 juta tercatat menurun dua%,.
Dampak dari Hal ini disebabkan oleh saya melihat Jogja ini adalah kota yang sangat inklusif,” ungkapnya. Adalah Saya memberikan apresiasi ini pandangan saya terima kasih.
LPS mendefinisikan rekening tidak aktif sebagai rekening simpanan bank umum non-digital dengan saldo maksimal dana Rp50 .000. Selain itu, tidak mengalami perubahan nilai sepanjang tahun. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Dari hasil penelusuran, dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengapresiasi penyelenggaraan Financial Festival 2026.
Dari hasil penelusuran, mendahului melambat menjadi sembilan,23% pada 2025, terjadi Pertumbuhan tahunan (year-on-year/YoY) rekening tidak aktif mencapai sembilan,52% pada 2023, meningkat menjadi sepuluh,delapan belas% pada 2024,.
Setelah Pada 2023, jumlah rekening tidak aktif tercatat sebanyak 144,09 juta rekening,, selanjutnya naik menjadi 158,77 juta rekening pada 2024. Selain itu, kembali meningkat menjadi 173,42 juta rekening pada 2025. Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggito memaparkan, salah satu upaya menurunkan masyarakat unbank dengan menyelenggarakan festival keuangan atau Financial Festival di Yogyakarta yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa sebagai informasi, LPS mencatat, secara wilayah, persentase penduduk unbanked tertinggi berada di Kalimantan sebesar 24,67% dari total penduduk, disusul wilayah Sulawesi, Maluku,. Selain itu, Papua (Sulampua) sebesar 22,83%..
Sekarang berapa, lima belas juta yang usia produktif, Pak.
“Nah, Bapak kepala negara pernah memberikan arahan pada kami dalam waktu tiga tahun harus semua penduduk Nusantara sudah mulai memiliki rekening, Pak.
Data terkini menunjukkan bahwa berdasarkan data LPS, jumlah penduduk unbanked terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, dari 59,delapan juta orang pada 2023 menjadi 53,dua juta orang pada 2024. Selain itu, kembali turun menjadi 49,tujuh juta orang pada 2025..
“Kalau diperbolehkan memberikan pandangan pribadi saya terhadap Jogja Financial Festival saya memberikan apresiasi, Pak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, di sisi lain, jumlah rekening tidak aktif secara nasional justru terus meningkat.
Dari sisi intermediasi, pertumbuhan kredit masih relatif rendah di level enam,empat belas% dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) sebesar 65%, mengindikasikan masih tingginya likuiditas perbankan..
Perkembangan terkait LPS Targetkan Masyarakat Tanpa Rekening Bank Turun Jadi 13 Juta Orang akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Tantangan Global Tahun 2024: Dampak Konflik dan Kebijakan Moneter Ketat
- Harga Perak Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Fokus Data NFP AS
