
Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Senin (29/6) setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memunculkan kekhawatiran terhadap laju inflasi global. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral, khususnya Federal Reserve, masih berpeluang mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Akibatnya, minat investor terhadap emas sebagai aset investasi ikut tertekan.
Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai layanan investasi serta profil PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya? Kunjungi website resmi kami di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis untuk memperoleh informasi lengkap mengenai produk dan layanan perusahaan.
Pada perdagangan pagi waktu New York, harga emas spot tercatat turun sekitar 1,1% ke level US$4.042,43 per troy ounce. Sementara itu, kontrak emas berjangka juga mengalami penurunan sebesar 1,0% dan diperdagangkan di kisaran US$4.054,40 per troy ounce. Pelemahan ini terjadi seiring perubahan sentimen pasar yang kembali mencermati perkembangan geopolitik dan prospek kebijakan moneter Amerika Serikat.
Ikuti berbagai informasi terbaru mengenai pasar keuangan, edukasi investasi, serta aktivitas perusahaan melalui media sosial resmi kami yang dapat diakses di https://linktr.ee/ewfprx atau kunjungi Instagram resmi kami di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.
Tekanan terhadap harga emas muncul setelah beredar laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk menghentikan aksi saling serang di kawasan Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memperlancar kembali aktivitas pelayaran di jalur distribusi energi dunia. Meski demikian, pemerintah Iran hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi sehingga pelaku pasar masih mencermati perkembangan lanjutan dari proses negosiasi kedua negara.
Di sisi lain, pembahasan antara Washington dan Teheran masih terus berlangsung untuk menyusun rincian implementasi nota kesepahaman tersebut. Amerika Serikat juga dikabarkan menawarkan pertemuan lanjutan di Doha, Qatar, yang berpotensi digelar dalam waktu dekat apabila seluruh persiapan telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Bagi investor yang ingin merasakan pengalaman trading tanpa risiko menggunakan dana virtual, Anda dapat mencoba akun demo melalui https://demo.ew-futures.com/login. Selain itu, berbagai berita ekonomi, komoditas, dan pasar keuangan terkini juga dapat dibaca melalui https://www.newsmaker.id agar selalu memperoleh informasi terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.
Meski harga minyak mulai bergerak stabil mendekati level sebelum konflik meningkat, risiko inflasi dari sektor energi masih menjadi perhatian utama pasar. Jika tekanan inflasi kembali menguat, Federal Reserve berpotensi mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil, sehingga kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tariknya di mata investor.
