
Bursa saham Jepang berhasil mengakhiri perdagangan Kamis (09/7) di zona positif, didukung penguatan sektor properti, perbankan, dan tekstil. Indeks Nikkei 225 ditutup naik 1,55% di Bursa Tokyo, mencerminkan perbaikan sentimen investor setelah sebelumnya pasar menghadapi tekanan dari pelemahan global.
Sektor teknologi menjadi salah satu pendorong utama kenaikan indeks. Saham Kioxia Holdings mencatat penguatan terbesar dengan melonjak 8,33% ke level 77.860. Kenaikan juga terjadi pada saham teknologi lainnya, dengan Advantest menguat 5,86% menjadi 29.160 dan Tokyo Electron naik 5,51% ke 71.060.
Meski indeks berhasil menguat, sejumlah saham masih mengalami tekanan. Mitsubishi Materials menjadi salah satu pemberat utama setelah turun 6,91% ke 3.960. Japan Steel Works melemah 3,79% menjadi 7.940, sementara Yokohama Rubber terkoreksi 3,49% ke 7.505.
Secara keseluruhan, tekanan jual masih terlihat di pasar saham Jepang. Jumlah saham yang melemah tercatat lebih banyak dibandingkan saham yang menguat, dengan 1.823 saham turun dan 1.628 saham mengalami kenaikan.
Di pasar komoditas, harga minyak bergerak melemah. Kontrak WTI turun ke US$73,24 per barel, sementara Brent terkoreksi ke US$77,71 per barel. Sebaliknya, harga emas berjangka Agustus naik 0,83% menjadi US$4.116,15 per troy ounce.
Pada pasar valuta asing, dolar AS melemah terhadap yen. Pasangan USD/JPY turun 0,15% ke level 162,33, sementara indeks dolar AS futures juga terkoreksi 0,11% menjadi 100,65.
Penguatan saham teknologi menjadi faktor utama yang menopang Nikkei, meskipun investor masih mencermati perkembangan pasar global, pergerakan komoditas, serta arah kebijakan moneter ke depan.
