0 0
Read Time:2 Minute, 22 Second

Harga minyak kembali menguat seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Brent, yang menjadi salah satu acuan utama harga minyak global, kembali bergerak di atas US$85 per barel setelah sempat melemah pada awal perdagangan. Penguatan tersebut melanjutkan tren positif dalam tiga sesi sebelumnya, ketika harga minyak telah mencatat kenaikan sekitar 12%.

Sentimen pasar semakin dipengaruhi oleh berlanjutnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Berdasarkan laporan Reuters, Teheran meminta kelompok Houthi di Yaman untuk menutup jalur pelayaran Laut Merah apabila infrastruktur listrik Iran mendapat serangan. Jalur tersebut memiliki peran penting dalam distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah, termasuk ekspor Arab Saudi, terutama ketika aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz mengalami gangguan.

Bagi pelaku pasar yang ingin mengikuti perkembangan harga minyak, emas, dan instrumen pasar global lainnya, berbagai informasi terbaru dapat dipantau melalui media sosial Equityworld Futures Praxis. Kanal tersebut dapat menjadi salah satu sumber untuk memperoleh pembaruan mengenai kondisi pasar dan informasi perusahaan.

Selat Hormuz masih menjadi pusat perhatian karena merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia. Iran kembali mengeluarkan ancaman untuk menutup jalur tersebut, sementara serangkaian serangan terhadap kapal dalam beberapa hari terakhir telah menghambat aktivitas pengiriman minyak dari kawasan Teluk Persia. Komando Pusat Amerika Serikat juga melaporkan bahwa jumlah kapal yang melintas dengan dukungan AS pada Selasa malam berada dalam kisaran dua digit.

Risiko geopolitik semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan meningkatkan tekanan militer terhadap Iran hingga Teheran menghentikan serangan terhadap kapal dan membuka kembali jalur energi. Laporan The Wall Street Journal juga menyebut adanya pertimbangan untuk memperluas operasi militer, termasuk kemungkinan mengambil alih Pulau Kharg yang dikenal sebagai salah satu lokasi penting bagi aktivitas ekspor minyak Iran.

Dari sisi pasokan, analis RBC Capital Markets memperkirakan rata-rata aliran minyak selama tujuh hari melalui Selat Hormuz mengalami penurunan sekitar 4,6 juta barel per hari menjadi 3,9 juta barel per hari sejak pertempuran kembali berlangsung. Penurunan tersebut mencerminkan dampak dari berakhirnya gencatan senjata, meningkatnya kembali serangan Iran, serta pemberlakuan kembali blokade Amerika Serikat terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Untuk melihat informasi lebih lanjut mengenai profil perusahaan dan produk yang tersedia, pembaca dapat mengunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Bagi yang ingin mengenal lebih jauh fitur trading sebelum menggunakan akun secara langsung, tersedia pula Demo Akun Trading sebagai sarana untuk mencoba fitur trading dalam lingkungan demo.

Dari perspektif pasar, harga minyak berpotensi tetap berada pada level tinggi selama risiko gangguan di Selat Hormuz belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Jika pelaku pasar mulai menilai gangguan tersebut sebagai kondisi yang berlangsung lebih lama, Brent berpotensi mempertahankan premi risiko sekitar US$5 hingga US$15 per barel di atas harga normal. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan inflasi global, membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan moneter, memberikan tekanan terhadap aset berisiko, sekaligus menjaga sektor energi sebagai salah satu fokus utama investor.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *