Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Daftar Pemegang Saham BYAN Terbaru, Haji Isam Sudah Masuk? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Berikut komposisi pemegang efek ekuitas BYAN per akhir bulan September 2026:.
Pasca transaksi selesai., ditambah lagi dengan melengkapi Perseroan juga belum memiliki rencana mengubah susunan direksi. Selain itu, dewan komisaris,, kemudian Tidak hanya itu, belum menerima informasi dari PT Jhonlin Baratama soal rencana pengelolaan perseroan.
Sebagaimana diberitakan, hal ini terlihat dari Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) BYAN per akhir September lalu 2026 yang disampaikan ke pasar modal pada lima Oktober lalu 2026..
Berdasarkan informasi yang dihimpun, efek ekuitas publik di bawah lima% (free float) naik dari tujuh.095.707.130 efek ekuitas menjadi tujuh.096.416.630 efek ekuitas, bertambah 709.500 efek ekuitas, sama persis dengan penurunan kepemilikan McLeod.
Total efek ekuitas tercatat BYAN sebanyak 33.333.335.000 efek ekuitas..
Manajemen menyebut belum mengetahui nilai transaksi, dasar penentuan harga, kondisi pendahuluan (conditions precedent), target waktu penyelesaian, maupun kemungkinan transaksi dibatalkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jakarta, EWF Praxis – Pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam belum tercatat dalam daftar pemegang efek ekuitas PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Dato’ Low Tuck Kwong, ditambah lagi dengan tercatat sebagai pemilik manfaat (beneficial owner). Selain itu, pengendali tingkat individu BYAN..
Dalam perkembangannya, satu-satunya perubahan kepemilikan di jajaran direksi terjadi pada Alastair G.C Demikian informasi yang berhasil dihimpun..
Menurut sumber terpercaya, dalam kondisi transaksi rampung, kepemilikan Dato’ Low Tuck Kwong akan menjadi enam.951.170.541 efek ekuitas (sekitar dua puluh,853%),, maka Di sisi lain, Elaine Low menjadi tiga.799.584.529 efek ekuitas (sekitar sebelas,399%) berbeda dengan.
Karena tidak ada perubahan pengendalian, perseroan menyatakan tidak ada kewajiban tambahan berdasarkan ketentuan pasar modal.
Belum masuknya nama Haji Isam sejalan dengan penjelasan manajemen BYAN dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip 28 September lalu 2026.
Negosiasi sepenuhnya dilakukan para penjual tanpa melibatkan direksi. Selain itu, dewan komisaris, kecuali Dato’ Low Tuck Kwong yang, ditambah lagi dengan menjabat kepala negara direktur..
Manajemen menegaskan BYAN. Selain itu, seluruh entitas anak tetap menjalankan kegiatan usaha utama di bidang pertambangan batu bara. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Objek transaksinya sepuluh.000.000.500 efek ekuitas BYAN, setara 30% dari seluruh efek ekuitas yang telah ditempatkan. Selain itu, disetor penuh..
Susunan pemegang efek ekuitas di atas lima% tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.
Dalam laporan tersebut,ย masih belum ada nama Haji Isam maupun PT Jhonlin Baratama, entitas bisnis yang disebut menjadi pembeli efek ekuitas BYAN.
Dari hasil penelusuran, pasca menerima surat dari Dato’ Low Tuck Kwong. Selain itu, Elaine Low yang menyatakan keduanya telah menandatangani perjanjian jual beli efek ekuitas bersyarat, kemudian BYAN mengaku baru mengetahui rencana transaksi itu.
Dalam keterbukaan itu, perseroan menyampaikan posisi Dato’ Low Tuck Kwong. Selain itu, Elaine Low dalam perjanjian jual beli efek ekuitas bersyarat yang dilakukan Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama.
Kepemilikannya turun dari empat.000.000 efek ekuitas (nol,012%) menjadi tiga.290.500 efek ekuitas (nol,01%), atau berkurang 709.500 efek ekuitas.
Laporan tidak memaparkan alasan penurunan tersebut..
Jumlah pemegang efek ekuitas nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) melonjak 65% dari empat.939 menjadi delapan.187, atau bertambah tiga.248 investor..
Dalam perkembangannya, manajemen menyatakanย Dato’ Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang efek ekuitas utama. Selain itu, pengendali perseroan..
Perkembangan terkait Daftar Pemegang Saham BYAN Terbaru, Haji Isam Sudah Masuk? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Video: Inovasi Produsen Baja Lapis Lokal Saingi Produk Impor China
- Video: Perang Masih Panas, Transaksi Emas Masih Kuasai Bursa Berjangka
