0 0
Read Time:2 Minute, 24 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Dampak dari Hal ini disebabkan oleh adanya fenomena capital flight tersebut adalah Hal inilah yang membuat rupiah tertekan.

“Faktor yang mempengaruhi rupiah kan banyak ya, enggak semuanya hanya domestik, walaupun di domestik kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi kita so far oke, sampai kuartal II-2026 masih tumbuh lima,29% Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelemahan rupiah, ditambah lagi dengan didorong oleh peningkatan kebutuhan valuta asing oleh importir menjelang akhir kuartal III-2026.

Apalagi, adanya fenomena pelarian modal investor asing kembali ke negara asalnya alias capital flight turut menekan rupiah. Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..

Dampak dari Selain rupiah, fenomena ini, ditambah lagi dengan membuat asing melepas kepemilikannya di surat berharga negara (SBN), adalah instrumen tersebut sempat mencatatkan outflow asing cukup besar..

Namun, tekanan global yang membuat rupiah terdepresiasi.

Dampak dari Hal ini disebabkan oleh adanya tekanan di dalam negeri, melainkan adanya tekanan dari luar negeri. Adalah Jakarta, EWF Praxis – Gubernur Bank Nusantara (BI) Destry Damayanti membuka informasi pelemahan rupiah bukan.

“Ada potensi capital flight global, di mana mereka (investor asing) mencari aset-aset yang sekiranya buat mereka itu relatif aman.

Dari hasil penelusuran, dalam hal ini, orang yang megang dolar mungkin dianggap mereka masih relatif aman, jadi kita mulai melihat banyak capital outflow dari negara-negara berkembang, termasuk di Nusantara,” terang Destry..

Dalam perkembangannya, adapun, rupiah melemah lebih disebabkan oleh kekhawatiran atas tekanan kenaikan harga umum global. Selain itu, risiko fiskal.

Destry menyatakan ekonomi nasional masih cukup baik, di mana pada kuartal II-2026, ekonomi Nusantara masih dapat tumbuh lima,29%. Selain itu, kenaikan harga umum masih terkendali..

Dampak dari Hal ini disebabkan oleh belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz. Adalah Di samping itu, harga minyak naik hingga di atas US$108 per barel.

Menurut sumber terpercaya, meski demikian, pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan pelemahan terbatas secara quarter-to-date (qtd) sebesar nol,67%..

Kenaikan harga umum, walaupun kemarin di periode September agak naik sedikit, ada volatile food inflation naik, tapi masih manageable,” kata Destry dalam wawancara eksklusif di Central Banking EWF Praxis, dikutip Jumat (sembilan/sepuluh/2026)..

Seperti yang dikutip, “Jadi ini, ditambah lagi dengan menyebabkan kenapa juga akhirnya kita sempat mengalami outflow di SBN, termasuk juga di SRBI,” ujar Destry. Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..

Perkembangan terkait Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *