Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Video: Investasi Pilihan MI Saat Yield Obligasi Naik – Rupiah Melemah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Jakarta, EWF Praxis- Kenaikan yield obligasi AS atau US Treasury sepuluh tahun menjadi sentimen yang turut mendorong keluarnya aliran dana asing dari pasar emerging termasuk pasar modal Nusantara..
Sementara dari manajer penanaman modal, saat ini masih ada potensi di sejumlah sector seperti perbankan, telko, consumer. Selain itu, infrastruktur masih cukup menarik dengan tetap memperhatikan fundamental bisnisnya..
CEO Pinnacle Investment Nusantara, Guntur Putra menyebutkan kenaikan yield US Treasury turut mendorong kenaikan yield SBNΒ dengan spread antara US Treasury. Selain itu, SBN sepuluh tahun mencapai 200 bps.
Hal ini mendorong dana asing keluar dari pasar modal RI yang, ditambah lagi dengan berimbas pada kenaikan indeks Dolar AS. Selain itu, menekan nilai tukar Rupiah. Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..
Seperti apa MI melihat potensi pasar modal RI di akhir tahun.
Selengkapnya simak ulasan Shania Alatas dengan CEO Pinnacle Investment Nusantara, Guntur Putra dalam Squawk Box, EWF Praxis (Senin, dua belas/sepuluh/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dengan tujuan Kembali masuk ke pasar obligasi secara bertahap, dilakukan Di sisi lain, bagi investor domestik posisi ini menjadi potensi Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Perkembangan terkait Video: Investasi Pilihan MI Saat Yield Obligasi Naik – Rupiah Melemah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Petani Jawa Temukan Emas ‘Harta Karun’ 16 Kg, Ini Ceritanya
- Harga Perak Melonjak, Sentimen Safe Haven dan Risiko Geopolitik Dorong Penguatan
