![]()
Equityworld Futures Surabaya Praxis – Harga emas bergerak tipis di perdagangan Asia hari Kamis (14/09), stabil di dekat level terendah tiga minggu dan masih di bawah tekanan dari dolar setelah data menunjukkan naiknya inflasi AS yang lebih besar dari perkiraan.
Logam mulia ini tetap bertahan meskipun data inflasi konsumen AS hari Rabu (13/12) mencatat angka yang kuat, saat pasar memperkirakan bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan suku bunga minggu depan.
Tetapi apakah harga emas masih bisa mempertahankan level $1.900/oz tetap masih jadi tanda tanya, mengingat suku bunga AS kemungkinan akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Dolar juga masih stabil di sekitar level tertinggi enam bulan, sehingga bisa membatasi penguatan besar emas.
Berkurangnya peluang resesi AS membebani permintaan safe haven untuk logam mulia, lantaran data terbaru isyaratkan ketahanan yang berkelanjutan dalam ekonomi terbesar di dunia.
Data inflasi produsen dan retail sales AS akan terbit pada Kamis ini, dan diharap akan memberi sinyal ketahanan yang lebih lanjut.
Emas spot naik 0,1% menjadi $1.910,09/oz, sedangkan emas berjangka yang akan berakhir Desember turun 0,1% ke $1.931,25/oz pukul 11.22 WIB. Kedua instrumen ini mendekati level terlemahnya sejak akhir Agustus.
Rapat Fed, prospek suku bunga menjadi fokus
Angka inflasi konsumen yang lebih kuat muncul hanya seminggu sebelum digelarnya rapat Federal Reserve, di mana bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga.
Namun, bank sentral AS dapat memberikan pandangan yang lebih hawkish, terutama dengan inflasi yang kembali meningkat.
Pasar juga memperkirakan The Fed akan menjaga suku bunga di level tertinggi lebih dari 20 tahun hingga setidaknya pertengahan 2024, memberikan potensi pelemahan untuk emas. Logam mulia tertekan oleh kenaikan suku bunga selama setahun terakhir.
Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang berinvestasi pada aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas, membuat daya tarik logam mulia ini terbatas dibanding dengan dolar atau obligasi negara.
Tembaga menguat, isyarat lanjutan dari China ditunggu
Di antara logam-logam industri, harga tembaga menguat 0,6% pada hari Kamis, mendapat dorongan dari lemahnya dolar, dan pasar menunggu lebih banyak isyarat ekonomi dari negara importir tembaga terbesar di dunia minggu ini.
Tembaga menguat 0,6% di $3,8045 per pon, pulih dari penurunan dua hari berturut-turut. Tembaga juga naik pada minggu ini setelah data inflasi dan pinjaman baru dari China memberi sinyal sedikit tanda pemulihan ekonomi.
Fokus saat ini tertuju ke sinyal data ekonomi lanjutan dari negara tersebut. Data produksi industri dan retail sales akan hadir hari Jumat.
Kendati impor tembaga China terus menurun tahun ini, di tengah kondisi ekonomi yang memburuk, bulls tembaga berspekulasi bahwa pemulihan ekonomi di negara tersebut akan memacu permintaan baru untuk logam merah.
Sumber: Investing.com
