
PT.EQUITYWORLD FUTURES SURABAYA PRAXIS – Analisa Teknikal
Prediksi untuk Gold cenderung menurun karena masih dipengaruhi penguatan USD. Tidak ada berita yang cukup signifikan untuk mendukung pergerakan dan analisa teknikal dan pergerakan trend. Ke depan, gold masih cenderung melemah, karena USD sebagai safe heaven masih lebih menarik investor. Anggaran yang dibiayai dengan pinjaman membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun naik lebih dari 45 basis poin pada September menjadi 4,5 persen untuk pertama kalianya sejak tahun 2007.
Berdasarkan Indikator Moving Averange (50), harga sempat tertahan dan sekarang berada di bawah garis moving average, yang menandakan bahwa pergerakan cenderung mendukung arah penurunan. Pola kelanjutan arah harga ini juga didukung dengan Analisa Candlestick dan perubahan untuk kelanjutan arah trend.
Analisa Fundamental
Emas berjangka kembali turun pada Selasa (26/09) pagi usai ditutup melemah Senin (25/09), dan menjauh dari level tengah $1.900. Dolar mencapai level tertinggi 10 bulan sebagai respons atas warning Federal Reserve pekan lalu bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Emas berjangka yang paling aktif di Comex New York, Desember, turun lagi sebesar 0,1% di $1.934,75/oz pukul 07.14 WIB Rabu pasca ditutup melemah 0,49% pada sesi sebelumnya hari Senin. Harga emas spot juga berakhir melemah 0,44% di sesi sebelumnya.
Indeks Dolar pada Senin lanjut naik sejak minggu lalu, mencapai level tertinggi sejak November. Dolar yang lebih kuat mencegah pembelian komoditas berdenominasi dolar, termasuk emas, oleh para pemegang mata uang lainnya.
Dolar telah mengalami kebangkitan sejak the Fed minggu lalu memproyeksi kenaikan suku bunga sebesar 25 bps hingga akhir tahun, meskipun membiarkan suku bunga tidak berubah untuk bulan September dalam rapat kebijakan hari Rabu setempat lalu. Dolar menguat dalam kekhawatiran Fed dan pertumbuhan global, potensi suku bunga yang lebih tinggi menjadi pertanda buruk bagi emas, mengingat hal ini mendorong naiknya biaya peluang untuk berinvestasi pada aset yang tidak memberikan imbal hasil. Perdagangan ini memukul emas selama setahun terakhir, dan telah membatasi pemulihan besar logam mulia.
Ketua Fed Powell mengatakan pada konferensi pers pekan lalu bahwa bank sentral tidak tergoyahkan dalam upayanya untuk mengembalikan inflasi ke target jangka panjang 2% dari level saat ini 3,7%. “Kami siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, jika diperlukan,” tekan Powell. “Fakta bahwa kami memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan pada rapat ini tidak berarti bahwa kami telah memutuskan bahwa kami telah atau belum mencapai sikap kebijakan moneter yang kami cari.”
The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak 11 kali antara Februari 2022 dan Juli 2023, menambah total 5,25 poin persentase ke suku bunga dasar sebelumnya yang hanya 0,25%. Para ekonom khawatir bahwa sikap hawkish The Fed yang baru akan meredam pertumbuhan global meskipun banyak juga yang setuju bahwa harga minyak harus dibatasi jika The Fed ingin mencapai target inflasi tahunannya sebesar 2%.
SUMBER: INVESTING.COM
