![]()
EQUITYWORLD FUTURES SURABAY PRAXIS -Harga emas dan perak terus menurun hingga pukul 10.00 WIB. Emas berjangka Desember mencapai level terendah dalam 7 bulan terakhir dan perak untuk bulan Desember jatuh ke titik terendah dalam 6,5 bulan terakhir. Kuatnya dolar AS, yang mencapai level tertinggi 10 bulan, dan lonjakan treasury yields AS, yang berada di level tertinggi 16 tahun, berdampak negatif pada pasar logam mulia.
Namun, terlepas dari aksi jual baru-baru ini, kedua pasar secara teknikal sudah oversold dan akan segera mengalami koreksi harga yang substansial.
Awal minggu perdagangan terjadi peningkatan sikap risiko, yang berdampak negatif pada pasar safe haven emas dan perak. Selama akhir pekan, Presiden Biden menandatangani langkah sementara untuk mendanai pemerintah federal selama 47 hari lagi, mencegah potensi government shutdown AS. Senat menyetujui langkah ini setelah mendapat dorongan kuat dari Demokrat di DPR.
Saham-saham Asia dan Eropa menunjukkan pergerakan mixed. Saham-saham di Asia sebagian turun dan indeks Eropa naik. Indeks saham AS juga beragam tengah hari setempat.
China melaporkan data ekonomi yang sedikit positif selama akhir pekan setelah bulan September terdapat ekspansi aktivitas pertama sejak musim semi. Purchasing managers index (PMI) manufaktur China naik menjadi 50,2 di bulan September dari 49,7 di bulan Agustus, yang mengindikasikan ekspansi. Namun, pasar logam mengabaikan berita yang sedikit positif ini.
Bank of Japan dilaporkan mengawasi pasar valuta asing karena yen terus melemah terhadap dolar AS.
Di pasar-pasar utama lainnya, harga minyak beranjak turun dan treasury yields 10 tahun saat ini mencapai 4,695%, level tertinggi sejak tahun 2007.
Tembaga ditutup turun 1.080 poin ke 362,95 sen kemarin, menandai penutupan terendah dalam 5,4 bulan. Sellers tembaga saat ini memiliki keunggulan teknikal jangka pendek yang solid secara keseluruhan.
SUMBER: INVESTING.COM
