
EQUITYWORLD FUTURES SURABAY PRAXIS – Dolar AS kembali naik pada hari Selasa (10/10), didukung oleh statusnya sebagai safe haven saat kekerasan di Timur Tengah terus berlanjut, tetapi peningkatannya terbatas setelah komentar dovish dari beberapa pejabat Fed.
Pukul 14.05 WIB, Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, diperdagangkan naik 0,1% ke 105,925.
Aset safe haven terus mendapat permintaan
Militer Israel mengumumkan Selasa pagi setempat bahwa lebih dari 200 target telah diserang dalam semalam di Gaza ketika negara tersebut menanggapi serangan akhir pekan oleh kelompok Palestina Hamas.
Traders juga bersiap menghadapi konflik yang berlarut-larut, dengan lebih dari 1.500 nyawa telah melayang, dan Israel kemungkinan besar akan melancarkan serangan darat pertamanya di Gaza sejak tahun 2014.
Ini berarti bahwa dolar kemungkinan akan terus mendapat dorongan, sementara USD/JPY telah mundur dari level 150 kendati yen sedikit lemah pada Selasa, di 148,89.
USD/ISR turun 0,2% ke 3,9375, dengan shekel Israel stabil di level terendah dalam hampir delapan tahun terakhir, pasca bank sentral menjanjikan penjualan valuta asing senilai $30 miliar.
Yields AS yang tinggi bisa tiadakan kenaikan suku bunga lanjutan
Namun, penguatan dolar terbatas setelah beberapa pejabat the Fed mengindikasikan bahwa aksi jual obligasi baru-baru ini dapat mengurangi kebutuhan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.
“Jika suku bunga jangka panjang tetap tinggi karena premi risiko jangka panjang yang lebih tinggi, mungkin ada sedikit kebutuhan untuk menaikkan suku bunga Fed,” kata Presiden Fed Dallas Lorie Logan, sementara Wakil Ketua Fed Philip Jefferson mengatakan bahwa bank sentral perlu “melangkah dengan hati-hati” mengingat penguatan yields baru-baru ini.
Ada sejumlah pejabat Fed yang akan berbicara pada hari Selasa, menjelang rilis notulen rapat kebijakan moneter September hari Rabu setempat dan kemudian data IHK AS pada Kamis.
Euro turun menjelang pidato Lagarde
EUR/USD turun 0,1% ke 1,0561, menjelang rilis angka produksi industri Italia untuk bulan Agustus.
Angka ini diperkirakan akan turun tahunan sebesar 5,0%, memburuk dari penurunan 2,1% di bulan sebelumnya, sebuah indikasi kesulitan yang dialami kawasan ini sehari setelah rilis data Jerman menambah kekhawatiran akan potensi resesi.
Presiden European Central Bank Christine Lagarde akan berbicara pada sesi berikutnya saat pertemuan tahunan IMF dan World Bank di Maroko dimulai.
Di lain sisi, GBP/USD turun 0,1% menjadi 1,2222, AUD/USD turun 0,1% menjadi 0,6405 dan NZD/USD turun 0,2% di 0,6011, dengan mata uang-mata uang yang sensitif terhadap risiko ini masih berada di bawah tekanan.
SUMBER: INVESTING.COM
